Fajarbanten.co.id— Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Banten Najib Hamas meminta kader tidak sekadar aktif dalam kegiatan internal partai, tetapi mampu menghadirkan wajah PKS melalui sikap, kepedulian, dan kerja nyata di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Najib saat menutup rangkaian Latihan Perempuan Siaga (LATANSA) Banten Barat di Kawasan Wisata Sumur Kenclong, Anyer, Kabupaten Serang, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan itu diikuti sekitar 300 peserta dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Pandeglang.
“Kader PKS harus menjadi etalase partai di masyarakat secara langsung. Masyarakat mengenal PKS bukan hanya dari programnya, tetapi juga dari perilaku kadernya,” kata Najib dalam sambutan penutupan LATANSA Banten Barat.
Menurut Najib, interaksi kader dengan masyarakat menjadi salah satu ukuran penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap partai. Karena itu, kader harus mampu menjaga sikap, membangun komunikasi yang baik, serta hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Ia menegaskan aktivitas politik tidak boleh membuat kader berjarak dengan lingkungan. Sebaliknya, kader harus membangun kedekatan dengan masyarakat dan memberikan manfaat melalui berbagai bentuk kontribusi sosial.
“Jangan sampai masyarakat hanya mengenal PKS ketika ada kegiatan politik. Kader harus hadir dalam keseharian masyarakat, mendengar persoalan mereka dan ikut mencari solusi sesuai kemampuan yang kita miliki,” ujarnya.
Najib juga mengingatkan peserta agar nilai-nilai yang diperoleh selama LATANSA tidak berhenti sebagai pengalaman selama mengikuti pelatihan. Kedisiplinan, kekompakan, ketangguhan, dan kemampuan bekerja sama harus dibawa kembali ke lingkungan masing-masing.
Menurut dia, kader perempuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus membangun kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
“LATANSA jangan hanya menjadi kegiatan yang selesai ketika acara ditutup. Semangat, kedisiplinan, dan kebersamaan yang dibangun di sini harus dibawa pulang dan diwujudkan dalam kerja nyata,” katanya.
Sementara itu, Ketua Barisan Putri Keadilan (Santika) Banten Fitri Indiya Sukma mengatakan LATANSA yang digelar pada 13 September 2026 merupakan rangkaian terakhir dari pelaksanaan LATANSA di tingkat wilayah Banten.
Menurut Fitri, pada tanggal yang sama terdapat tiga lokasi pelaksanaan LATANSA, yakni di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, serta wilayah Banten Barat yang menggabungkan peserta dari Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Pandeglang.
“LATANSA hari ini menjadi bagian pamungkas dari rangkaian LATANSA di Banten. Kegiatan ini menjadi ruang pembekalan sekaligus penguatan kapasitas kader perempuan,” kata Fitri.
Ia menjelaskan materi LATANSA mencakup sejumlah aspek, mulai dari keagamaan, keorganisasian, kebangsaan hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Fitri berharap seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh peserta selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal untuk memperkuat kiprah kader di tengah masyarakat.
“Harapannya, ilmu dan pengalaman yang didapat selama LATANSA tidak berhenti di kegiatan ini, tetapi menjadi modal untuk bergerak, melayani masyarakat, membangun kepedulian sosial, sekaligus menumbuhkan semangat membela negara,” ujarnya.
LATANSA Banten Barat sekaligus menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan soliditas kader dari Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Pandeglang. Rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun kedisiplinan, ketangguhan, kekompakan, serta kemampuan bekerja sama antarpeserta.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu membawa semangat LATANSA ke daerah masing-masing dan menerjemahkannya dalam berbagai kegiatan sosial, pelayanan masyarakat, serta kontribusi nyata di lingkungan sekitar.
Bagi PKS Banten, kehadiran kader di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya terlihat dalam kegiatan organisasi, tetapi juga terasa melalui sikap, kepedulian, dan manfaat yang diberikan secara langsung. (*/Yogi)







