FAJARBANTEN.CO.ID-Tanggapan muncul pasca aksi walkout (keluar sidang) yang dilakukan oleh tiga anggota Fraksi saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang, Jumat (2/10/2026).
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Serang, Desi Ferawati, menyatakan bahwa pihaknya menghormati dan menghargai keputusan politik yang diambil oleh Fraksi PDI-P.
“Tentu kita perlu menghargai. Saya menghargai dan menghormati sikap politik Fraksi PDI-P, ini adalah bagian dari integritas fraksinya masing-masing. Mengenai hal tersebut, kita kembalikan kepada internal fraksi mereka. Namun untuk Fraksi PAN sendiri, kami tetap fokus dan mengapresiasi jawaban eksekutif terkait Raperda APBD 2027,” ujar Desi saat diwawancarai usai persidangan, Jumat (2/10/2026).
Fokus Kebutuhan Dasar dan Peningkatan PAD
Menurut Desi, poin-poin yang disampaikan oleh Pemkab Serang dalam tanggapannya mengenai Raperda APBD 2027 sudah mengarah pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari sektor infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan. Ia berharap postur anggaran yang dirancang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara riil oleh masyarakat luas.
“Harapan saya, APBD 2027 ini tidak sekadar menjadi dokumen normatif yang dibacakan, tetapi benar-benar menjadi cerminan komitmen nyata pemerintah daerah yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat,” tegasnya.
Selain masalah pemenuhan kebutuhan dasar, Desi juga menyoroti pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak dan retribusi daerah. Ia menekankan bahwa peningkatan PAD harus dilakukan secara terstruktur melalui fungsi pengawasan yang ketat tanpa mengorbankan atau memberatkan beban ekonomi masyarakat.
Evaluasi Penanganan Bencana Erupsi
Di sisi lain, Desi Ferawati juga memberikan catatan khusus terkait penanganan bencana erupsi yang sempat terjadi di wilayah Kabupaten Serang. Ia meminta Pemkab Serang melakukan evaluasi mendalam serta investigasi menyeluruh guna meminimalisir dampak risiko bencana bagi masyarakat di masa mendatang.
“Terkait erupsi, itu butuh evaluasi dan investigasi bersama untuk mengetahui letak kekurangannya. Hal ini penting agar ke depan kita bisa meminimalisir dampaknya terhadap masyarakat. Di sinilah pentingnya sinergitas dan kolaborasi antara legislatif dan eksekutif agar fungsi pemerintahan berjalan maksimal,” pungkas Desi. (Yogi)







