FAJARBANTEN.CO.ID- Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Demokrat, Eko Susilo, tengah gencar melaksanakan rangkaian kegiatan reses guna menjaring aspirasi masyarakat di Kota Serang.
Memasuki hari ketiga pada Jumat (19/6/2026), Eko mengungkapkan bahwa masih banyak wilayah yang sama sekali belum tersentuh oleh pembangunan maupun program reses sebelumnya.
Hingga hari ketiga, politisi Partai Demokrat ini telah mengunjungi tiga lokasi strategis secara maraton, yaitu:
1. Hari ke-1 (Rabu, 17/6/2026): Komplek Korem, RT 06/RW 04, Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang.
2. Hari ke-2 (Kamis, 18/6/2026): Link. Bendung, RT 13/RW 04, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
3. Hari ke-3 (Jumat, 19/6/2026): Komplek Pemda Sumur Pecung Baru, RT 03/RW 20, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang.
Dalam keterangannya, Eko Susilo menjelaskan bahwa mayoritas keluhan dan permohonan yang disampaikan oleh warga di tiga titik tersebut seragam, yakni seputar kebutuhan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
“Ya sama sajalah (keluhannya). Karena kebetulan beberapa titik yang saya datangi itu belum tersentuh oleh pembangunan, belum tersentuh oleh reses. Jadi hampir semua, mulai dari gorong-gorong, jalan lingkungan, kemudian Posyandu. Bahkan tadi ada warga yang meminta seragam pengajian. Macam-macam,” ujar Eko sambil berseloroh saat diwawancarai pasca-kegiatan reses hari ketiga, Jumat (19/6/2026).
Namun demikian, Eko menegaskan bahwa perbaikan drainase atau gorong-gorong serta jalan lingkungan menjadi skala prioritas utama yang harus segera ditangani. Hal ini disebabkan karena wilayah-wilayah tersebut masih kerap dilanda banjir saat musim hujan tiba.
“Paling prioritas itu gorong-gorong sama jalan lingkungan. Karena emang masih banjir juga, kan. Jadi itu masalah utama masyarakat,” tambahnya.
Tindak Lanjut Lewat SIPD dan Koordinasi OPD
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Eko menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang masuk akan diinput ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan dibawa ke dalam sidang Paripurna DPRD Provinsi Banten. Pihaknya juga akan segera memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Banten untuk menyinkronkan program kerja agar aspirasi warga dapat diprioritaskan.
Terkait target realisasi, Eko menyebutkan hal itu sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dan kuota Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.
“Tergantung. Kalau misalkan ada anggarannya, ada kuota Pokir, bisa saja kita penuhi secepatnya. Tapi kalau tidak ada, paling jadi PR, menunggu tumpukan proposal yang sekian banyak. Itulah kondisinya,” jelasnya realistis.
Rangkaian reses Eko Susilo ini dijadwalkan akan berlangsung sebanyak 8 kali hingga tanggal 27 Juni 2026 mendatang. Setelah merampungkan tiga titik di minggu ini, kegiatan reses akan dijeda pada hari Sabtu dan Minggu sesuai aturan perundang-undangan, dan akan dilanjutkan kembali pada hari Senin depan. (yogi)







