PGRI Pandeglang Apresiasi Program Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat Optimistis Tekan Angka Kemiskinan

oleh
Caption : Ketua PGRI Kabupaten Pandeglang sekaligus Kepala Disdikpora, Sutoto saat diwawancarai awak media.
Caption : Ketua PGRI Kabupaten Pandeglang sekaligus Kepala Disdikpora, Sutoto saat diwawancarai awak media.

FAJARBANTEN.CO.ID – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pandeglang, Sutoto, mengapresiasi program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang tersebut menilai kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya berperan dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda, tetapi juga dapat menjadi salah satu upaya menekan angka kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pandeglang.

Menurut Sutoto, saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Pandeglang mencapai 8,52 persen, sementara angka kemiskinan ekstrem berada di kisaran 0,5 persen. Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, ia optimistis angka tersebut dapat terus menurun.

“Adanya Sekolah Rakyat ini, kami optimis angka kemiskinan turun. Jadi, kemiskinan Pandeglang kita targetkan dengan adanya Sekolah Rakyat bisa turun satu digit lah, dari 8 persen ke 7 persen. Kemudian kemiskinan ekstrem paling bawah ini kan 0,5 persen harapannya bisa terkikis habis,” kata Sutoto, Rabu 17 Juni 2026.

Baca Juga  Sebagai Bentuk Kepedulian, Polsek Malingping Polres Lebak Salurkan Bansos ke Ponpes Sabilul Huda

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang itu menjelaskan, Sekolah Rakyat akan menerima sebanyak 500 siswa baru yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA pada Juli mendatang.

“Untuk kuota Kabupaten Pandeglang bulan Juli itu, sebanyak 90 SD, 90 SMP dan 90 SMA. Sisanya dari 500 tadi, ada untuk kabupaten/kota lain se Provinsi Banten,” katanya.

Sutoto menuturkan, mekanisme penerimaan peserta didik di Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah umum. Program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin yang masuk kategori desil I dan desil II berdasarkan tingkat pendapatan.

“Kalau ini (Sekolah Rakyat, red) adalah penjangkauan atau istilah lainnya rujukan dari keluarga rumah tangga miskin yang masuk kategori desil I 10 persen pendapatannya paling rendah, dan desil II 20 persen terendah. Ini dirujuk oleh pendamping PKH (Program Keluarga Harapan), jadi diantarkan,” jelasnya.

Baca Juga  Wagub Banten A Dimyati Natakusumah Lakukan Dialog dengan Perkumpulan Urang Banten

Ia menilai sistem pendidikan berasrama atau boarding school yang diterapkan di Sekolah Rakyat akan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik.

“Saya kira pembentukan karakter yang sangat baik, karena anak ini melalui pendidikan boarding atau anaknya menginap seperti pondok pesantren. Nah, ini akan membentuk karakter jiwa kepemimpinan melalui Sekolah Rakyat tersebut,” katanya.

Selain itu, Disdikpora Pandeglang saat ini juga diminta menyiapkan calon kepala sekolah untuk tiga jenjang pendidikan yang akan beroperasi di Sekolah Rakyat, yakni SD, SMP, dan SMA.

“Kami sudah diminta menyiapkan calon Kepala Sekolah. Jadi karena kedudukannya ada di Kabupaten Pandeglang, Kepala Sekolahnya diusulkan untuk wilayah Kabupaten Pandeglang, ini kan satu keuntungan bagi Pandeglang. Saya usulkan 10 nama, namun nanti dari nama itu hanya 3 yang diambil karena sekolahnya hanya ada tiga jenjang, 1 untuk Kepala SD, 1 Kepala SMP dan 1 Kepala SMA,” jelasnya.

Baca Juga  Partai Gerindra Salurkan Ratusan Hewan Kurban ke Masyarakat, Habaib, Ulama, Masjid, dan Mushola

Ia menambahkan, proses rekrutmen guru dan tenaga kependidikan juga tengah dibuka oleh Kementerian Sosial.

“Begitu juga sedang dibuka untuk guru dan tenaga kependidikan itu langsung oleh Kementerian Sosial, dan ada prioritas dari PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Kemensos dan dibuka juga dari umum,” sambungnya.

Sutoto mengatakan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 dan rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

“Rencananya akan diresmikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bulan Juli sudah bisa digunakan, sekarang menurut laporan itu sudah 67 persen progres pembangunannya. Bulan Juli sudah operasional, dan sudah siap digunakan,” tandasnya. (Asep)