Kadisdikpora Kritik Mahalnya Karcis Wisata di Pandeglang

oleh

Fajarbanten.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Hasan Bisri mengkritik mahalnya harga tiket masuk tempat wisata di Kabupaten Pandeglang, termasuk para pedagang di seputaran tempat wisata yang mematok harga diluar batas kewajaran.
Kritik itu di sampaikan pada saat acara Startup Desa di Pendopo Pandeglang, pada Rabu 29 November 2023.

Menurutnya, dengan mahalnya tiket masuk, maka akan berdampak pada sepinya para pengunjung. Untuk itu kata dia, harus ada kesepakan antara harga tiket, tarif parkir dan para UMKM yang berdagang di seputaran tempat wisata.

“Betul mereka beli tapi hanya satu kali, mereka akan kapok berwisata di kabupaten Pandeglang, termasuk harga tiket masuk, tarif parkir kendaraan harus standar. Itu harus di sepakati dulu,”kata dia.

Dijelaskannya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) suatu lembaga yang sudah dibentuk harus memberikan edukasi kepada masyarakat pelaku wisata. Sebab peran Pokdarwis sangat di butuhkan untuk meningkatkan perkembangan para wisatawan.

Baca Juga  Pemprov Banten Waspadai Kenaikan Harga Komoditi Jelang Akhir Tahun

“Pokdarwis kita lembaga yang sudah lama terus mengedukasi, namun demikian ada saja penjual makanan yang sama tapi h
berbeda harga, padahal jaraknya tidak begitu jauh, ini perlu diberikan edukasi,”ucap dia.

Dikatakan Hasan, dengan berbagai macam cara para pedagang mencari penghasilan, namun hanya berpikir sempit untuk meraih keuntungan yang cukup besar.

“Kebanyakan para pedagang berpikir sempit, saya ingin usaha cepat menguntungkan, padahal bukan begitu mengambil untung yang sewajarnya,”tuturnya.

Baca Juga  Anggaran Pokok Pikiran DPRD Pandeglang Dibelikan Domba

” Sesuai dengan Peraturan Presiden pengadaan barang dan jasa keuntungan maksimal sekitar 15 persen. Misalkan produk kita menjual di atas 50 persen bukan hal yang wajar,”tambahnya.

Kata dia, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pandeglang saat ini sedang konsen dalam mengembangkan dan meningkatkan dunia pariwisata.

” Pemerintah sedang fokus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bidang pariwisata termasuk menciptakan lapangan pekerjaan baru,”pungkasnya.(Asep)