TIDAR Kaltim Tolak Rencana Budi Arie Gabung Gerindra: Integritas dan Rekam Jejak Jadi Pertimbangan

oleh 67 views

SAMARINDA – Organisasi sayap kepemudaan Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kalimantan Timur, menyatakan sikap tegas menolak rencana bergabungnya Budi Arie Setiadi ke Partai Gerindra. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua TIDAR Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, yang juga Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur.

Menurut Reza, penolakan ini didasari oleh pertimbangan integritas dan rekam jejak politik Budi Arie, yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Partai Gerindra.

“Kami di TIDAR Kaltim menolak rencana masuknya Budi Arie ke Gerindra. Kami ingin siapa pun yang bergabung dengan partai ini memiliki integritas, rekam jejak yang bersih, dan komitmen untuk berjuang bersama dari akar rumput, bukan karena kepentingan sesaat,” ujar Reza Fachlevi, Minggu (10/11/2025).

Baca Juga  Dapur Lapas Cikarang di Sidak Direktur Kesehatan Perawatan dan Rehabilitasi Ditjenpas: Sudah Layak dan Baik

Reza menilai, kehadiran Budi Arie justru berpotensi mencederai semangat perjuangan kader yang selama ini tumbuh dari loyalitas dan kerja keras.

“Gerindra dibangun dari idealisme dan pengorbanan kader di lapangan. Jangan sampai ada pihak yang datang hanya karena ingin mencari perlindungan politik atau posisi strategis,” tambahnya.

Selain di Kalimantan Timur, penolakan serupa juga muncul dari sejumlah kader dan pengurus Gerindra di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Mereka menilai, Partai Gerindra harus berhati-hati dalam menerima figur yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari kubu politik lain.

Baca Juga  Lapas Cilegon Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96: Semangat “Maju Bersama Indonesia Raya”

TIDAR Kaltim berharap agar keputusan partai dalam menerima calon kader baru tetap memperhatikan aspirasi dan semangat kader muda, yang menjadi ujung tombak perjuangan partai ke depan.

“Kami mendukung penuh kepemimpinan Prabowo Subianto, dan yakin beliau bijak dalam mengambil keputusan. Namun, suara akar rumput harus tetap didengar, agar soliditas partai tidak terganggu,” tegas Reza Fachlevi.

Baca Juga  Target Tahun 2026: 39 Desa di Kabupaten Serang Dicanangkan Jadi Desa Mandiri

Sebelumnya, isu bergabungnya Budi Arie Setiadi — yang pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika serta dikenal sebagai Ketua Umum Relawan Projo — ke Partai Gerindra menjadi perhatian publik dan menuai beragam reaksi dari internal partai. (*)