Sawah di Lebak Mulai Kekeringan, Distan Pastikan Belum Ada Puso

oleh

FAJARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak mencatat sekitar 372 hektare areal persawahan mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino. Meski demikian, hingga pertengahan Juli 2026 belum terdapat laporan tanaman padi mengalami gagal panen (puso).

Kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan lahan yang mulai mengering tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kalanganyar, Cipanas, Rangkasbitung, Cibadak, Warunggunung, Muncang, dan Maja.

Menurut Rahmat, pihaknya bersama penyuluh pertanian lapangan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sawah yang dalam lebih dari satu bulan terakhir tidak mendapatkan curah hujan.

“Hingga saat ini kami belum menerima laporan adanya tanaman padi yang puso akibat kekeringan. Pemantauan di lapangan terus kami intensifkan,” ujar Rahmat, Selasa (21/7).

Untuk mengurangi dampak kekeringan, Distan mengoptimalkan penggunaan pompa air di wilayah yang masih memiliki sumber air permukaan, seperti sungai maupun saluran irigasi. Air dipompa dan dialirkan ke lahan pertanian yang mulai mengalami kekeringan.

Baca Juga  Sharp Bersedekah 2025 Usung Tema Masak Bareng #DenganHati, Mengajak Masyarakat Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan

Namun demikian, upaya tersebut belum dapat diterapkan di areal sawah tadah hujan yang tidak memiliki sumber air di sekitarnya. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga ketersediaan air bagi tanaman padi.

Sebagai langkah penanganan jangka panjang, Distan telah mengusulkan pembangunan sumur bor kepada Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan yang rawan kekeringan.

Baca Juga  Mahasiswa Unsera Hadiri Kick Off HPN 2026 Bersama Kapolri dan Ribuan Warga di Alun-Alun Serang

“Kami berharap persawahan yang tidak memiliki sumber air permukaan dapat segera dibangun sumur bor. Ini menjadi solusi agar petani tetap dapat mengairi sawahnya pada musim kemarau,” kata Rahmat.

Selain itu, penyuluh pertanian terus mendampingi petani dalam mengatur pola tanam serta memaksimalkan pemanfaatan sisa ketersediaan air. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga produktivitas padi dan meminimalkan dampak kemarau terhadap sektor pertanian di Kabupaten Lebak. (Ajat)