Rutan Bangil Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-95 Tahun 2023

oleh

PASURUAN – Jum’at (22/12/2023) Rutan Bangil dipenuhi suasana yang begitu khidmat. Halaman utama rutan telah disiapkan untuk sebuah upacara istimewa, yakni peringatan Hari Ibu ke-95. Suara merdu lagu kebangsaan berkumandang melalui pengeras suara, menggetarkan hati setiap petugas yang hadir.

Bapak Karutan Bangil, Bhanad Shofa Kurniawan sosok yang dihormati dan diakui kepemimpinannya, hadir dengan penuh kehangatan dan kerendahan hati. Beliau memimpin langsung upacara ini sebagai wujud penghormatan dan apresiasi kepada Ibu-ibu seluruh Indonesia terkhusus Ibu-ibu petugas dan narapidana wanita yang berada di balik jeruji besi, yang mungkin telah melalui berbagai perjuangan dan kesulitan.

Bapak Karutan mengawali upacara dengan menyampaikan kata sambutan yang penuh makna. Beliau menekankan pentingnya peran seorang ibu dalam membentuk karakter dan moral anak-anak, bahkan di dalam lingkungan yang mungkin tidak ideal. Ia juga mengingatkan semua petugas tentang pentingnya memberikan dukungan dan kesempatan untuk memperbaiki diri kepada Ibu-ibu petugas serta para narapidana wanita.

Baca Juga  JAM-Pidum Menyetujui 17 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice

“Saya ingin mengapresiasi kepada petugas Wanita Rutan Bangil yang tidak hanya menjadi penjaga keamanan di dalam rutan ini, tetapi juga menjadi figur yang memberikan inspirasi dan motivasi bagi para narapidana. Saya melihat begitu banyak kasih sayang dan kepedulian yang kalian tanamkan, menjadi cahaya dan harapan di tengah kegelapan. Terima kasih atas ketabahan, kesabaran, dan dedikasi kalian. Terima kasih karena kalian tidak hanya menjalankan tugas sebagai petugas, tetapi juga memberikan sentuhan kemanusiaan kepada mereka yang sedang menjalani hukuman.

Baca Juga  Overcoming Alcohol Addiction

Upacara peringatan Hari Ibu di Rutan Bangil tidak hanya menjadi sarana untuk mengenang dan menghargai peran Ibu, tetapi juga menjadi ajang untuk membangun semangat kebersamaan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Bapak Karutan mengakhiri upacara dengan harapan bahwa kehidupan para narapidana wanita di dalam rutan dapat menjadi cermin bagi perubahan positif yang dapat diwujudkan oleh siapa pun, di manapun mereka berada.