Presiden KAI Desak Jokowi Rombak Kabinet, Buah Maja Itu Pahit Jenderal !

oleh

Jakarta,- Proses Pilpres 2024 nunggu KPU RI putuskan hasilnya 20 Maret 2024 walau sudah ada hasil quick count. Narasi kecurangan TSM bahkan hak angket hingga pemakzulan Jokowi makin resahkan rakyat. Kondisi kondusif, aman dan damai pasca pencoblosan 14 Februari 2024 akan diterobos terganggu.

Namun hingga saat ini tak terkoyak karena rakyat ingin hidup damai, aman, tentram dan sentosa. Pinjam istilah Bambang Pacul, agar demarkasi jelas dan tegas, serta demi kesejukan bangsa dan negara, selaku Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) saya mendesak Presuden Jokowi rombak kabinet Indonesia Maju, ucap Presiden KAI dr Ali Mahsun ATMO M Biomed, Jakarta, 24/2/2024.

Lebih lanjut Ketua Umum APKLI Perjuangan ini menambahkan, buah maja itu pahit Jenderal !!!. Untuk wujudkan harapan dan cita cita bangsa ini, pemimpin harus berani hibahkan segala yang dimiliki demi yang dipimpin. Tak boleh takut apa pun apalagi hanya digertak sambal belaka. Lebih dari itu, negeri ini butuhkan ksatria bukan pecundang. Untuk itu, merombak menteri dari PKB, Nadem, PPP dan PDIP beserta pejabat selevel kementerian adalah jalan terbaik untuk negeri ini.

Baca Juga  Silaturahmi Budaya Indonesia IKN di Jakarta

Dengan langkah ini dinamika politik akan segera stabil. Sedangkan terhadap ancaman parlemen jalanan, sepanjang masih konstitusional, POLRI dan TNI punya modal dan pengalaman lebih dari cukup untuk mengatainya secara baik dan benar. Karena hukum dan konstitusi negara ini harus ditegakkan dengan kedepankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, serta utamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

Baca Juga  Pengamanan Makin Ketat, Kakanwil Banten Resmikan Blok Maximun Security Lapas Cilegon

Laksana dokter tangani kesehatan. Mencegah kegaduhan itu jauh lebih baik daripada menangani atau mengobatinya. Hal tersebut harus dilakukan. Dan Jokowi punya modal lebih dari cukup atas banyak hal kepentingan yang lingkupi para Ketua Umum Parpol yang ada di Kabinet Indonesia Maju, pungkas mantan Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI dan mantan Dewan Pembina PP IPNU yang saat ini emban Ketua Umum Komite Indonesia (KERIS).