FAJARBANTEN.CO.ID – Aksi tawuran antara pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) terjadi di Desa Cibingbin, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Aksi itu viral di media sosial.
Kapolsek Cibaliung AKP Asep Jamaludin membenarkan peristiwa itu terjadi pada Selasa (14/4) kemarin. Ia mengatakan aksi itu dipicu lantaran demi konten, dan dilakukan di luar jam sekolah.
“Siswa membuat konten dan tidak benar-benar melakukan tawuran, hanya main-main dan dibuat di luar jam sekolah,” katanya, Kamis 16 April 2026 .
Asep mengatakan usia video itu beredar, pihak kepolisian langsung menindaklanjuti dengan mengumpulkan semua pihak dari guru, wali siswa dan siswa yang terlibat. Asep menegaskan berdasarkan penelusuran itu, para siswa melakukan tindakan itu demi konten.
“Ternyata penjelasan bukan tawuran hanya bikin konten sajah,” ucapnya.
Para siswa juga sudah dilakukan pembinaan oleh pihak sekolah dan kepolisian. Mereka berjanji tidak bakal melakukan hal serupa.
“Sudah ada pembinaan yang dilakukan kepada siswa,” katanya.
Asep menduga aksi itu ditiru oleh siswa dari media sosial. Sehingga menurutnya, perlu ada pengawasan ketat soal penggunaan handphone di rumah dan di sekolah.
“Kemungkinan itu mereka meniru di media sosial di handphone masing-masing,” katanya.
Asep juga mengimbau kepada orang tua siswa agar bisa memantau aktivitas anak-anak ketika berada di luar jam sekolah. Menurutnya, orang tua punya peran penting dalam mencegah terjadinya kenalan remaja.
“Pengawasan orang tua diperkuat di luar jam sekolah, bisa memantau handphone anak, agar tidak meniru aktivitas negatif di media sosial, guru juga harus bisa merazia handphone siswa,” tambahnya. (Asep)







