PLN UID Banten Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Anyar Hadapi Potensi Bencana di Pesisir Selat Sunda

oleh 2 views
PLN UID Banten bersama pemerintah desa dan stakeholder terkait berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir melalui Program Desa Anyar Siaga Bencana. Program ini turut didukung dengan penyediaan sarana tanggap darurat, seperti kursi roda, tandu, perlengkapan P3K, serta peralatan pendukung lainnya untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

Serang- Berada di kawasan pesisir Selat Sunda membuat masyarakat Desa Anyar, Kabupaten Serang, hidup berdampingan dengan berbagai risiko kebencanaan, termasuk potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau. Untuk memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi kondisi darurat, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Anyar Tangguh Siaga Bencana membangun kesiapsiagaan berbasis masyarakat.

Salah satu langkah preventif yang dilakukan adalah membentuk Tim Siaga Bencana Desa Anyar. Tim tersebut dipersiapkan untuk menjadi bagian dari respons awal masyarakat, mulai dari membantu penyampaian informasi hingga mendukung proses evakuasi ketika kondisi darurat terjadi.

Kepala Desa Anyar, Juhaedi, mengatakan keberadaan Tim Siaga menjadi penting bagi masyarakat pesisir karena kesiapsiagaan perlu dibangun sedekat mungkin dengan lingkungan tempat warga tinggal.

“Bagi masyarakat pesisir seperti kami, kesiapan menghadapi bencana sangat penting. Dengan adanya Tim Siaga, masyarakat memiliki orang-orang yang sudah dipersiapkan dan memahami langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat,” ujar Juhaedi.

Baca Juga  PHRI dan Polda Banten Gelar Rakor Perpanjangan MOU

Kesiapan masyarakat kemudian diperkuat melalui simulasi tanggap darurat tsunami yang melibatkan warga dan berbagai stakeholder. Simulasi dilakukan untuk melatih alur penyampaian informasi, aktivasi Tim Siaga Bencana, proses evakuasi menuju area aman, penanganan korban, hingga koordinasi antarpihak.

Perwakilan BPBD Provinsi Banten, Jumena Sukmawijaya, menjelaskan bahwa simulasi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan sebelum kondisi darurat benar-benar terjadi.

“Simulasi diperlukan agar setiap unsur mengetahui tugas dan perannya. Dalam situasi bencana, kecepatan penyampaian informasi, ketepatan proses evakuasi, kesiapan masyarakat, serta koordinasi antarpihak menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko korban,” ujar Jumena.

Selain melalui pembentukan tim dan simulasi, masyarakat juga mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai mitigasi tsunami, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), penanganan kondisi darurat, kebakaran, serta keselamatan ketenagalistrikan saat terjadi bencana. Sekitar 200 peserta mengikuti rangkaian edukasi dan pelatihan tersebut. Informasi kesiapsiagaan juga diperluas melalui kampanye di tujuh RW Desa Anyar sehingga program secara keseluruhan menjangkau 7.686 warga sebagai penerima manfaat.

General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, mengatakan penguatan kesiapsiagaan tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya mengetahui adanya potensi risiko, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.

Baca Juga  Tarik Dukungan dari Andika-Nanang, Ulama & Kyai Alihkan Dukungan ke Zakiyah-Najib di Pilbup Serang 2024

“Kondisi geografis Desa Anyar yang berada di pesisir Selat Sunda membutuhkan kesiapsiagaan yang kuat. Masyarakat tidak cukup hanya mengetahui adanya potensi risiko, tetapi perlu memahami dari mana memperoleh informasi yang benar, ke mana harus melakukan evakuasi, serta apa yang harus dilakukan pada saat kondisi darurat terjadi,” ujar Tonny.

Tonny menambahkan, kesiapsiagaan masyarakat perlu didukung dengan sistem yang jelas agar respons dalam kondisi darurat dapat berjalan lebih terarah.

Karena itu, PLN bersama pemerintah desa dan stakeholder terkait turut memperkuat sistem mitigasi melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Tanggap Darurat, pemetaan wilayah berisiko, peta jalur evakuasi, penentuan titik evakuasi, pembagian person in charge (PIC), serta penguatan alur komunikasi antarpihak. Sarana pendukung juga diperkuat melalui pemasangan rambu jalur evakuasi dan papan informasi kebencanaan, serta penyediaan tenda, tandu, perlengkapan P3K dan sejumlah peralatan tanggap darurat lainnya.

Baca Juga  Survei Pilwako Batam: Elektabilitas Marlin Agustina Tertinggi

“Melalui program ini, kami ingin kesiapsiagaan benar-benar tumbuh menjadi kemampuan bersama masyarakat. Tim Siaga, edukasi, SOP, jalur evakuasi hingga simulasi menjadi bagian dari satu sistem agar masyarakat lebih siap dan terkoordinasi ketika menghadapi kondisi darurat,” tambah Tonny.

Penandatanganan komitmen bersama Desa Anyar Tangguh Siaga Bencana menjadi penguat kolaborasi antara PLN, pemerintah desa dan seluruh stakeholder agar sistem kesiapsiagaan yang telah dibangun dapat terus dijaga dan dikembangkan. Melalui Desa Anyar Tangguh Siaga Bencana, PLN UID Banten mendorong masyarakat tidak berhenti pada kesadaran terhadap potensi risiko, tetapi memiliki kemampuan untuk merespons kondisi darurat secara terstruktur.

PLN berharap masyarakat Desa Anyar semakin tangguh dan mandiri dalam menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun berbagai risiko kebencanaan lainnya di kawasan pesisir Selat Sunda, serta mampu mengambil langkah yang tepat untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungannya ketika kondisi darurat terjadi. (*/yogi)