Fajarbanten.co.id — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk mendukung pertumbuhan investasi, hilirisasi industri, serta pelaksanaan agenda prioritas nasional Asta Cita. Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy bersama jajaran, dengan Gubernur Banten, Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (29/7).
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa ketersediaan daya listrik menjadi salah satu modal strategis Provinsi Banten dalam menarik investasi baru dan memperkuat posisinya sebagai salah satu kawasan industri utama di Indonesia. Menurut Andra, dukungan infrastruktur kelistrikan yang memadai akan memberikan kepastian bagi investor sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya industri baru yang dapat menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.
“Saat ini cadangan daya listrik di Banten sangat melimpah, yakni mencapai surplus 3.725 megawatt (MW) atau sekitar 29,28% persen dari kapasitas sistem. Dengan jaminan pasokan yang aman dan andal ini, Pemerintah Provinsi Banten siap menyambut investasi baru dengan tangan terbuka,” ujar Andra Soni.
Andra menambahkan, sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dan PLN perlu terus diperkuat agar kebutuhan energi untuk sektor industri, dunia usaha, pelayanan publik, dan masyarakat dapat dipersiapkan secara terencana sesuai arah pembangunan daerah.
“Kolaborasi ini harus diwujudkan melalui perencanaan yang selaras, sehingga kebutuhan listrik di kawasan industri, pusat pertumbuhan ekonomi, fasilitas pelayanan publik, hingga permukiman masyarakat dapat dipenuhi secara tepat waktu dan mendukung arah pembangunan Banten,” tambah Andra.
General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy menjelaskan bahwa potensi kelistrikan di Banten didukung daya mampu pembangkit sebesar 12.720 MW. Sementara itu, beban puncak pelanggan di wilayah Banten tercatat sebesar 4.239 MW. Dari sisi komposisi pelanggan, sekitar 91 persen pelanggan PLN UID Banten berasal dari segmen rumah tangga. Namun, sektor industri memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan PLN UID Banten, yakni mencapai 54 persen hingga Juni 2026.
“Industri memiliki peran strategis dalam perekonomian dan pertumbuhan kebutuhan listrik di Banten. Besarnya potensi daya yang tersedia menjadi modal bagi PLN untuk memberikan layanan kelistrikan yang responsif dan sesuai dengan kebutuhan setiap investor maupun pelaku industri,” kata Tonny.
Selain mendukung investasi dan hilirisasi industri, PLN UID Banten juga terus berperan dalam pelaksanaan agenda prioritas Asta Cita. Hingga Juli 2026, PLN telah mendukung pompanisasi pertanian di 44 titik, menyalakan listrik di 315 lokasi Dapur Makan Bergizi Gratis, dan mengalirkan daya bagi 374 pelanggan Koperasi Desa Merah Putih.
“Dukungan PLN tidak hanya diarahkan untuk sektor industri, tetapi juga menyentuh program-program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, penyediaan makanan bergizi, hingga penguatan ekonomi desa, seluruhnya membutuhkan dukungan listrik yang andal,” tutur Tonny.
Di sisi lain, perluasan akses listrik terus dilakukan untuk mendorong pemerataan layanan kelistrikan. Rasio elektrifikasi Provinsi Banten saat ini telah mencapai 99,99 persen. Sebagai bagian dari upaya menuju layanan listrik desa 100 persen,
Melalui audiensi ini, PLN UID Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen penuh untuk terus mempererat sinergi. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan pasokan energi yang andal, merata, dan ramah lingkungan bagi seluruh lapisan masyarakat. (*/yogi)







