Minerba Masih Menjadi Andalan Pendapatan Lebak

oleh
Caption: Sekretaris Bapenda Lebak, Deri Derawan
Caption: Sekretaris Bapenda Lebak, Deri Derawan

Fajarbanten.co.id– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak mencatat kinerja positif dalam realisasi pendapatan daerah sepanjang tahun 2025. Sejumlah jenis pajak strategis berhasil melampaui target yang lditetapkan, dengan sektor pertambangan mineral dan batuan (minerba) masih menjadi penyumbang terbesar penerimaan daerah.

Sekretaris Bapenda Kabupaten Lebak, Deri Derawan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan struktur pendapatan daerah masih didominasi oleh sektor-sektor dengan nilai kontribusi besar. Menurutnya, kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun 2026.

“Untuk 2026 saya pikir masih relatif sama. Jenis pajak yang paling memengaruhi pendapatan daerah adalah yang nilainya besar, seperti minerba, PBB-P2, BPHTB, PBJT tenaga listrik, serta opsen dari provinsi seperti PKB dan BBNKB,” kata Deri, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga  Pelatihan Kepemimpinan untuk Guru Perempuan di Kota Medan

Berdasarkan data Bapenda, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) mencatat realisasi tertinggi. Dari target sebesar Rp47 miliar, realisasi penerimaan mencapai Rp51 miliar atau sekitar 107 persen. Capaian tersebut menempatkan sektor minerba sebagai kontributor terbesar pendapatan daerah.

“Peringkat pertama memang masih minerba. Pencapaiannya cukup signifikan dan sangat membantu pendapatan daerah,” ujarnya.

Selain minerba, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik juga menunjukkan kinerja positif. Dari target sebesar Rp36,7 miliar lebih, realisasi penerimaan mencapai sekitar Rp39,7 miliar atau 108,27 persen.

Baca Juga  Pada Pilgub Banten 2024, Andra Soni Berpasangan Dengan Dimyati Dinilai Pasangan Tepat

Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) turut mencatat realisasi di atas target. Dari target lebih dari Rp40 miliar, realisasi mencapai Rp43,2 miliar atau sekitar 108 persen. Sementara Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) ditargetkan sebesar Rp32,5 miliar, dengan realisasi hingga akhir 2025 tercatat Rp31,9 miliar atau sekitar 98,16 persen.

Adapun opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ditargetkan sebesar Rp34,32 miliar. Realisasi penerimaannya mencapai Rp34,18 miliar atau sekitar 99,12 persen, atau sedikit di bawah target yang ditetapkan.

Deri menambahkan, pajak reklame juga menunjukkan kinerja yang cukup baik. Pada 2025, target pajak reklame sebesar Rp1,3 miliar dengan realisasi mencapai Rp1,4 miliar. Selain itu, sektor hiburan yang masuk dalam kategori PBJT turut mencatat tren peningkatan.

Baca Juga  Tingkatkan Koordinasi, Rutan Bangil Berkunjung Ke Damkar Kabupaten Pasuruan

“Secara umum, alhamdulillah pada 2025 pendapatan daerah berjalan lancar dan sebagian besar jenis pajak mengalami kenaikan,” katanya.

Meski demikian, Bapenda mencatat struktur pendapatan daerah Kabupaten Lebak masih bergantung pada sektor-sektor tertentu, khususnya minerba. Kondisi ini menjadi perhatian agar ke depan penguatan pendapatan daerah tidak hanya bertumpu pada sektor besar, tetapi juga diiringi upaya perluasan basis pajak dan peningkatan kepatuhan wajib pajak guna menjaga ketahanan fiskal daerah secara berkelanjutan. (Ajat)