LIPP Banten Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Hilangnya Obat di RSUD Aulia Pandeglang

oleh
Caption : Ilustrasi obat Psikotropika
Caption : Ilustrasi obat Psikotropika

FAJARBANTEN.CO.ID – Kasus hilangnya sejumlah jenis obat di RSUD Aulia Pandeglang terus menjadi sorotan berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Lembaga Independent Pengawal Pembangunan (LIPP) Banten yang mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap kasus tersebut secara tuntas.

Ketua LIPP Banten, Suherman, mengaku prihatin atas peristiwa hilangnya ratusan obat di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Menurutnya, kejadian itu tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat.

Suherman menilai, kasus tersebut sudah cukup lama dilaporkan kepada pihak kepolisian sehingga seharusnya terdapat perkembangan dalam proses penyelidikannya.

“Saya melihat kasus ini sudah masuk ke ranah penegak hukum. Kalau tidak salah pada tanggal 4 Mei 2026 sudah masuk laporan polisi. Harusnya sudah ada progres dalam penanganan kasus itu,” ungkap Suherman kepada wartawan, Selasa 16 Juni 2026.

Ia juga menyoroti informasi mengenai adanya mutasi terhadap salah seorang pegawai RSUD Aulia pascakejadian tersebut. Menurutnya, langkah itu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  PWI Banten Bank Banten Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah

“Adanya mutasi pegawai itu menjadi pertanyaan besar. Namun saya tidak tahu apakah pegawai yang dipindahkan itu memiliki keterlibatan dalam kasus kehilangan obat atau tidak,” katanya.

Lebih lanjut, Suherman meminta agar penanganan perkara tersebut dialihkan ke Polres Pandeglang apabila tidak ada perkembangan yang signifikan dalam proses pengungkapan kasus.

“Kami minta laporan itu dialihkan ke Polres Pandeglang karena dianggap tidak mampu mengungkap siapa dugaan pelaku tersebut,” tegasnya.

Baca Juga  Pj Sekda Provinsi Banten Virgojanti : BUMD Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat

Menurut dia, pengungkapan kasus secara tuntas sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

“Kami khawatir ketika kasus ini tidak terungkap, di kemudian hari akan terjadi hal yang serupa. Makanya kami minta laporan tersebut dialihkan ke Polres Pandeglang,” pungkasnya. (Asep)