KPU Pandeglang “Galau” Logistik Pemilu Belum Sepenuhnya Ada

oleh

FAJARBANTEN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang mengaku galau dan was-was, terkait logistik Pemilihan Pemilihan Umum (Pemilu) Pilpres dan Pileg 2024 yang belum seluruhnya ada, khususnya terkait ketersediaan kertas suarat suara Pileg dan Pilpres yang tergolong cukup banyak untuk melakukan pelipatan kertas suara tersebut.

Hal ini diungkapkan Ketua KPU Kabupaten Pandeglang, Nunung Nurazizah pada saat acara Coffee Morning bersama sejumlah jurnalis Pandeglang di Pucuk Pare Cafe dan Resto, yang berada di Kampung Pasarnangka, Desa Kupahandap, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, Kamis 28 Desember 2023.

“Proses distribusi logistik pelaksanaan Pemilu 2024 yang kami terima dari pusat, hanya baru ada sebagian saja, dan masih ada beberapa yang sampai saat ini belum kami terima dan masih kami tunggu, baik itu kertas suara, sampul-sampul, maupun kertas undangan pemilih,” jelas Nurazizah.

Dikatakannya juga, bahwa pihaknya sampai sekarang masih kejar-kejaran dengan waktu yang hanya tersisa sekitar 47 hari menuju hari pemilihan 14 Februari 2024 mendatang. Maka dari itu, KPU Pandeglang berharap dalam waktu dekat ini semua logistik Pemilu 2024, baik Pileg maupun Pilpres, sudah dapat di terima semuanya.

Baca Juga  PPSU Bersihkan Coretan di Jalan Ampera Raya Jaksel

“Mengingat saat ini kerja-kerja kita sedang berpacu dengan waktu menuju hari H (14 Februari 2024). Kita sedang menyiapkan segala sesuatunya, dan itu semua memang sudah terjadwal, termasuk menyiapkan titik distribusi, atau tempat penyimpana logistik Pemilu hingga di tingkat penyelenggara terbawah (PPK/PPS),” tambahnya.

Masih menurut Ketua KPU Pandeglang, salah satu logistik yang menurutnya masih butuh proses lanjutan, yakni kertas surat suara yang jumlahnya cukup banyak dan harus dilakukan pelipatan sebelum didistribusikan ke PPK, PPS maupun ke KPPS (TPS).

Baca Juga  Plt. Wali Kota, CSR Berkontribusi Dalam Pembangunan

“Sebelum didistribusikan hingga ke tinggkat TPS, kertas Surat Suara yang saat ini sedang kita tunggu itu, harus dilipat terlebih dahulu. Dari jumlah hak pilih yang ada di Pandeglang ini, sekitar seribu kertas Surat Suara untuk satu model, sementara ada lima model yang harus kita distribusikan, jadi sekitar 5 juta kertas suara yang harus terlebih dahulu kita lipat,” pungkasnya. (Daday)