FAJARBANTEN.CO.ID-Perhelatan akbar berskala nasional resmi bergulir di Tanah Jawara. Kongres VII Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) tahun 2026 secara resmi dibuka di kawasan pesisir Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (10/07/2026) malam.
Agenda konsolidasi tertinggi organisasi sayap kepemudaan ini membawa misi besar reorganisasi sekaligus pemantapan peta jalan pemenangan politik nasional.
Pembukaan kongres dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PAN yang juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama jajaran pengurus pusat, tokoh senior partai, serta ribuan delegasi kader muda BM PAN dari seluruh penjuru Indonesia.
Menjaga Kebersamaan dan Dinamika Anak Muda
Dalam pidato arahannya yang berlangsung cukup panjang, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya peran strategis sayap kepemudaan sebagai laboratorium kaderisasi. Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengingatkan bahwa zaman sekarang adalah zamannya anak muda, di mana kesuksesan besar Partai Amanat Nasional (PAN) di masa depan akan sangat bergantung pada kekuatan Barisan Muda-nya.
”Ini barisan muda PAN yang paling depan. Jadi kesuksesan kita nanti tergantung mereka, anak-anak muda. Jamannya sekarang jaman anak muda. Kalau BM-nya kuat dan hebat, maka PAN juga akan hebat,” ujar Zulhas.
Zulhas juga menyadari bahwa sebagai mahasiswa dan kaum muda, dinamika pergerakan mereka sangatlah tinggi. Namun, ia menitipkan pesan mendalam agar momentum Kongres VII tidak sekadar menjadi ajang pergantian struktur kepemimpinan, melainkan harus mampu menjaga persatuan dan melahirkan ide-ide transformatif yang sejalan dengan tantangan zaman.
”Anak muda dan mahasiswa kan dinamikanya tinggi. Karena itu saya mengajak, walaupun dinamikanya tinggi, tetap harus saling menyayangi sebagai saudara. Perlu menjaga kebersamaan dan persatuan agar kalau kita kompak, kita bisa berbuat banyak untuk masyarakat,” tambahnya.
Menjadi Penggerak Ketahanan Pangan
Lebih lanjut, dalam kapasitasnya sebagai Menko Pangan, Zulhas secara khusus menantang para kader muda untuk ikut turun tangan dalam mengawal isu-isu krusial di tengah masyarakat, salah satunya adalah sektor kemandirian pangan nasional.
”Kader muda BM PAN harus menjadi lokomotif penggerak di tengah masyarakat. Di era transisi pembangunan saat ini, anak muda wajib mengambil peran aktif, termasuk mendukung penuh kemandirian dan ketahanan pangan nasional demi kesejahteraan masyarakat luas,” tegas Zulkifli Hasan di hadapan ribuan kader.
Tanggapan Isu Politik Nasional dan Ambang Batas Pemilu
Di sela-sela acara, Zulhas sempat memberikan respons santai namun tegas ketika ditanya oleh awak media mengenai dinamika politik nasional, termasuk peta koalisi ke depan dan pembahasan RUU Pemilu terkait parliamentary threshold (ambang batas parlemen).
Ketika disinggung mengenai peluang dukungan terhadap Prabowo Subianto untuk masa depan, Zulhas berseloroh, “Ya masa cuman kalah aja tiga kali, masa menang sekali? Ya kan?” ujarnya sambil tersenyum.
Sementara mengenai isu RUU Pemilu yang dikabarkan akan mengembalikan atau mengubah besaran threshold, Zulhas menegaskan bahwa PAN akan selalu mengikuti mekanisme konstitusi dan mufakat bersama. “Lagi dibahas, lagi dibahas. Apapun asal disepakati bersama, kami siap,” tegasnya.
Pasha Ungu Bakar Semangat Milenial dan Gen-Z
Atmosfer pembukaan kongres kian membara saat tokoh muda PAN, Sigit Purnomo Said atau yang populer dikenal sebagai Pasha Ungu, naik ke atas podium. Anggota DPR RI sekaligus fungsionaris DPP PAN tersebut melayangkan orasi politik yang membakar semangat juang para peserta.
Pasha menegaskan bahwa struktur pergerakan pemuda di bawah bendera BM PAN merupakan tulang punggung utama elektoral partai. Dengan soliditas yang terjaga, ia meyakini bahwa energi terbarukan dari generasi milenial dan Gen-Z di dalam organisasi siap mengantarkan Partai Amanat Nasional menembus posisi elit papan atas pada kontestasi politik mendatang. (Yogi)







