Kesbangpol Pandeglang Kembali Gelar Sosialisasi P4GN

oleh
Kegiatan Sosialisasi P4GN Kesbangpol Pandeglang di salah satu hotel di wilayah Kecamatan Pagelaran, Pandeglang, Kamis 16 Maret 2023. Daday

FAJARBANTEN.CO.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan (Kesbangpol) Kabupaten Pandeglang, kembali mengelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba () di salah satu aula hotel di wilayah Kecamatan Pagelaran Pandeglang, Kamis 16 Maret 2023.

Kegiatan tersebut diakui Mia Maulina Rizki, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama dan Ormas, Kesbangpol Kabupaten Pandeglang, bahwa sosialisasi P4GN yang dilakukannya itu, merupakan sebuah bentuk tanggungjawab pemerintah dalam menanggulangi masalah narkoba.

“Apalagi amanat itu juga termaktum dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dan Prekursor Narkotika 2020-2024,” ucapnya.

Baca Juga  Sah, Sumitomo Sepakat Kerja Sama dengan PT KHE Bangun PLTA Kayan Cascade

Ia berharap peserta yang hadir dalam sosialisasi tersebut, dapat ikut menyebarluaskan P4GN agar semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang. Sebab menurutnya, ormas mempunyai posisi strategis dalam menangkis peredaran gelap narkoba karena meraka berada di tengah-tengah masyarakat.

“Diharapkan setelah kegiatan ini tujuan dari sosialisasi, bisa ikut dilakukan oleh masyarakat. Jadi bukan hanya dilakukan pemerintah. Mengingat pemberantasan penyalahgunaan narkotika merupakan tugas semua pihak,” ucap Mia.

Sementara penggiat dari Insano Indonesia Anti Narkoba, Sailendra Adi Sapta menambahkan, narkoba merupakan salah satu musuh yang sulit dihadapi selain terorisme.

Baca Juga  Lapas Cilegon Hadiri Rapat Koordinasi Antar Instansi Tentang Pelaksanaan Program Rehabilitasi Tingkat Kabupaten/Kota

“Peredaran narkoba sudah ada di pintu sekolah, misalnya heximer, tramadol, ganja. Itu sudah masuk ke sarana pendidikan dan mengancam stabilitas keamanan negara” katanya.

Pandeglang sendiri dinilainya menjadi daerah yang rawan peredaran gelap narkotika. Terbukti dari tingginya angka pengguna dan wilayah selatan kerap dijadikan transit penyelundupan narkoba.

“Berbagai resep selalui dimodifikasi, dikerjakan ulang, tapi hasilnya sama. Terbukti tahun lalu diamankan narkoba sekitar 32 kilogram oleh Polres Pandeglang. Hal ini menjadi isyarat ekspedisi narkoba, menjadikan perairan Pandeglang sebagai transit penyelundupan narkoba. Karena letaknya tidak jauh dari ibukota,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dia menilai masalah narkoba tidak akan pernah selesai tanpa kepedulian semua pihak dan konsistensi pemberantasan yang harus terus dilakukan. Itu pun tidak cukup dilakukan oleh satu atau dua lembaga, kecuali seluruh masyarakat sudah sadar.

Baca Juga  Di Hadapan Prajurit Beruang Hitam, Kasad Tekankan Prajurit Harus Menjadi Solusi dan Dicintai Rakyat

“Ini tentu harus menjadi perhatian, kita harus fokus berjuang bersama dalam rangka menekan peredaran narkoba agar tidak semakin berkembang,” ucapnya.

Kegiatan Soaialisasi P4GN yang dilaksanakan Badan Kesbangpol Kabupaten Pandeglang tersebut, menggandeng Perkumpulan Boedak Saung Barokah Putra Mandiri, dengan peserta perwakilan ormas, serta para pengurus Boedak Saung dari 35 kecamatan se Kabupaten Pandeglang. (Daday)