Institut Tazkia Kembangkan Model Moderasi Beragama Berjiwa Pancasila

oleh

KBRN, Bogor : Institut Tazkia Bogor menggelar diskusi publik tentang moderasi beragama pada generasi milenial di era digital di kampus Sentul, Selasa (14/3/2023).

Dalam agenda itu menjadi pembicara seperti Deputi BNPT Eldi Risma Putra dan Guru Besar Institut Agama Islam Syafii Antonio.

Dalam pandangannya Guru Besar Institut Agama Islam Syafii Antonio mengatakan islam sudah sempurna sejak 15 abad lalu sehingga konsepnya sudah sesuai dengan perkembangan jaman.

Sejak jaman Rosullah SAW Islam sudah melindungi semua kelompok baik agama suku dan bangsa, sehingga saat ini Islam harus kuat dari semua Sisi baik itu agama ekonomi politik sosial dan kemasyarakatan serta pertahanan keamanan sehingga umat Islam menjadi dihormati dan disegani oleh kelompok lainnya.

Baca Juga  MUI dan DPR Apresiasi KSAD Jenderal Dudung Bangun Mesjid Syarif Abdurahman Cirebon

“Moderasi beragama saat ini harus berlangsung dengan tanpa mengendurkan nilai dakwah, namun harus memperkuat semua elemen karena Islam sudah moderat sehingga harus ada penguatan dari sosial ekonomi dan politik.” ujarnya.

Sementara itu Wasekjen MUI Pusat KH Arif Fakhrudin menjelaskan terdapat karakter Islam yang harus tercermin dari kaum muslim yang menjadi sumber kehidupan sehari-hari.

Setiap muslim harus berpihak kepada kebenaran keadilan dan kebaikan itulah dasar dari moderasi beragama.

Baca Juga  Ketua PBSI Banten Sudarto Adinagoro Dukung Komjen Fadil Imran Jadi Ketum PP PBSI

Kemudian umat muslim harus bisa menikmati Kemerdekaan dengan menjalankan kebebasan bertoleransi antar umat beragama.

Kemudian semua warga negara mempunyai kesetaraan di muka hukum sehingga semua harus mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Selanjutnya umat muslim juga harus mengedepankan musyawarah dalam mengambil keputusan sehingga tidak egois saat mempunyai wewenang untuk memutuskan suatu kebijakan.
” teknologi dinamika kebudayaan itu akan terus berkembang maka kita tidak boleh menjadi makna pemikirannya tidak boleh terkungkung oleh peradaban, umat Islam diharapkan menjadi pemimpin peradaban saat ini dengan warisan Pancasila dan Lokal wisdom bisa menjadi pegangan hidup bagi bangsa Indonesia.” ujarnya.

Baca Juga  ASEAN Sepakati "Deklarasi Makassar" untuk Disabilitas.

Dalam agenda tersebut juga disampaikan bahaya penyebaran konten digital radikalisasi dilalui aplikasi belajar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme sehingga masyarakat dapat mewaspadai penyebaran konten tersebut melalui berbagai cara baik itu media sosial atau game online.

Selain itu dilaksanakan juga penandatangan MoU Tridharma Perguruan Tinggi antara IAI Tazkia dengan LD-PBNU dengan harapan dapat mempererat kerjasama antara kedua lembaga demi kemaslahatan ummat. (Humas Tazkia)