Karang Taruna Cilegon Apresiasi Ruang Dialog Pemkot, Soroti Etika Penyampaian Kritik Mahasiswa

oleh
Ketua Karang Taruna Kota Cilegon Edi Firmansyah (tengah) bersmaa penguris saat menghadiri Paripurna di DPRD Kota Cilegon, Senin (27/4/2026).
Ketua Karang Taruna Kota Cilegon Edi Firmansyah (tengah) bersmaa penguris saat menghadiri Paripurna di DPRD Kota Cilegon, Senin (27/4/2026).

FAJARBANTEN.CO.ID-Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Edi Firmansyah, menilai upaya Pemerintah Kota Cilegon dalam membangun komunikasi dengan kalangan mahasiswa telah berjalan dengan baik. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Cilegon, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, Wali Kota Cilegon telah membuka ruang dialog melalui forum diskusi publik yang melibatkan mahasiswa se-Kota Cilegon. Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan wadah khusus untuk menampung berbagai aspirasi dari kalangan akademisi muda.

“Ruang komunikasi sebenarnya sudah terbuka dan difasilitasi dengan baik oleh pemerintah. Ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan secara konstruktif,” ujar Edi.

Meski demikian, ia menyayangkan masih adanya kritik yang disampaikan dengan cara kurang tepat dan tidak mencerminkan etika seorang mahasiswa. Padahal, sinergi antara mahasiswa dan pemerintah dinilai sudah mulai terbangun.

Baca Juga  Program Makan Gratis Prabowo Gibran Langkah Kongkret Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat

Edi juga mengakui bahwa masih terdapat berbagai persoalan dalam tata kelola pemerintahan yang perlu dibenahi. Namun, ia menekankan pentingnya penyampaian kritik yang dilakukan secara santun dan sesuai aturan.

Untuk itu, ia mendorong pihak terkait, termasuk Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) dan dinas pendidikan daerah, agar memberikan pembinaan kepada mahasiswa. Salah satunya melalui penguatan materi atau pembelajaran terkait etika berpendapat di ruang publik.

Baca Juga  Wiwiek Hargono Kunjungi Kafilah Kota Bekasi, Beri Motivasi Untuk Tetap Semangat Tumbuh dan Berkembang.

Sebagai alumni Al-Khairiyah, Edi mengaku prihatin terhadap sikap sebagian oknum mahasiswa yang dinilai kurang mencerminkan budaya sopan santun. Ia berharap mahasiswa dapat menyampaikan kritik secara elegan tanpa menimbulkan kegaduhan, terutama dalam forum resmi.

“Tindakan seperti itu tidak mencerminkan nilai akademis dan budaya santun. Kami mengecam segala bentuk perilaku negatif yang justru merusak citra mahasiswa,” pungkasnya. (yogi)