BI Banten Perkuat Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Lewat Gerakan GPIPS dan Tanam Serempak PM-AAS

oleh 1 views

Fajarbanten.co.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Banten terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan daerah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Provinsi Banten Tahun 2026 yang dikolaborasikan dengan Gerakan Tanam Serempak Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS).

Kegiatan puncak yang dilangsungkan di Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pada Selasa (15/9/2026) ini turut menggandeng Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Serang, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan strategi menjaga stabilitas harga pangan dari hulu hingga hilir. Berdasarkan data Agustus 2026, inflasi Provinsi Banten tercatat sebesar 2,95% (yoy) dan masih berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5±1%.

Baca Juga  Kasyno online na prawdziwe pieniądze: Wszystko, co musisz wiedzieć

Meski demikian, Sofwan menyebutkan bahwa komponen volatile food tetap menjadi perhatian utama, khususnya mengantisipasi risiko perubahan iklim yang dapat memengaruhi produksi, ketersediaan pasokan, serta stabilitas harga pangan di pasaran.

“Pengendalian inflasi membutuhkan sinergi yang kuat. Upaya tersebut kami lakukan melalui strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, and Komunikasi Efektif,” ujar Sofwan.

Ia memaparkan, hingga minggu kedua September 2026, strategi tersebut telah direalisasikan melalui 462 kali Gelar Pangan Murah, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), 61 kali subsidi ongkos angkut, fasilitasi mobil Kang Japal (Jawara Pangan Keliling), serta penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Baca Juga  SMSI Pusat Dukung Komdigi Meregulasi Media Digital

Akselerasi Pertanian Modern dan KAD
Sebagai langkah konkret penguatan dari sisi produksi, BI Banten berkolaborasi dengan BRMP Banten menerapkan metode PM-AAS melalui pemanfaatan drum seeder. Mekanisasi pertanian modern ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas serta efisiensi proses tanam guna mendongkrak produktivitas petani lokal di Banten.

Selain itu, rangkaian acara GPIPS juga diisi dengan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) komoditas beras antara Kelompok Tani Sukabungah Kabupaten Lebak dan PT Food Station. Kerja sama ini bertujuan membangun komitmen jual beli berkelanjutan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi kelompok tani.

Baca Juga  Kasyna z bonusem na start bez depozytu: Jak korzystać z najlepszych ofert na rynku?

Kegiatan turut dirangkaikan dengan penyaluran Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PI-KEKDA), penyerahan bantuan sarana prasarana kepada kelompok tani dan pondok pesantren, serta sosialisasi Good Agricultural Practices (GAP) guna mengoptimalkan pengelolaan pascapanen dan efisiensi distribusi.

Melalui sinergi GPIPS dan Gerakan Tanam Serempak PM-AAS ini, BI Banten optimis ekosistem pangan di wilayahnya akan semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani serta terjaganya stabilitas harga bagi masyarakat Banten. (*/yogi)