Edukasi Dini Pengelolaan Sampah, LamiPak Sasar 20 Sekolah di Kecamatan Cikande

oleh 1 views

Fajarbanten.co.id– Program Pengelolaan Sampah Kemasan Aseptik Kertas Karton (sampah bekas kemasan susu) yang telah diluncurkan di Kabupaten Serang pada Juni 2026, PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak) kembali menjalankan rangkaian edukasi pemilahan sampah di sekolah-sekolah peserta program di Kecamatan Cikande. Kegiatan ini dibuka di SDN Cikande Permai dan SMAN 1 Cikande, dua sekolah dengan jumlah siswa terbesar dari 20 sekolah peserta program yang mencakup jenjang SD hingga SMA/SMK.

​Secara keseluruhan, program ini melibatkan lebih dari 11.000 siswa di 20 sekolah. Melalui edukasi yang dilakukan secara bertahap, LamiPak mendorong siswa untuk memahami jenis-jenis sampah serta membangun kebiasaan memilah sampah, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

​Dalam kegiatan edukasi, siswa diperkenalkan pada sampah yang dapat dipilah untuk didaur ulang serta sampah yang dapat terurai secara alami atau diolah menjadi kompos. Edukasi ini juga memperkuat pemahaman mengenai UBC Collection (pengumpulan sampah bekas kemasan susu dari kertas karton), termasuk tata cara menyiapkan kemasan sebelum dikumpulkan.

Baca Juga  Bersama Masyarakat Suara Gus Ipul Berkumandang di Taman Firdaus

​Pada kegiatan ini, siswa diajarkan untuk menyiapkan kemasan dengan cara menghabiskan isi kemasan, menyobek bagian ujung kemasan, meniriskan, memipihkan, kemudian memasukkannya ke dalam kotak khusus UBC Collection.

Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dalam memilah dan mengumpulkan kemasan secara tepat.

​Selain kemasan yang dikonsumsi di lingkungan sekolah, siswa juga diajak menerapkan kebiasaan memilah terhadap kemasan yang berasal dari konsumsi di rumah. Dengan demikian, pemilahan sampah diharapkan tidak berhenti di sekolah, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga.

Baca Juga  Tarif Listrik Triwulan IV Tidak Naik, PLN Jaga Pelayanan Listrik Tetap Andal

​”Edukasi ini merupakan bagian dari langkah kami untuk menerjemahkan program yang telah diluncurkan menjadi kebiasaan nyata di lingkungan sekolah. Kami berharap siswa tidak hanya memahami cara memilah dan mengumpulkan kemasan dengan benar, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi teman-temannya dan membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan rumah,” ujar Ahmad Rizalmi, PR Manager LamiPak.

​Melalui pendekatan berbasis sekolah, LamiPak berharap kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh secara lebih luas melalui keterlibatan siswa, guru, dan lingkungan sekolah. Para siswa yang mengikuti edukasi juga diharapkan dapat mendorong teman-teman dan keluarga mereka untuk mulai menerapkan kebiasaan serupa.

​”Sekolah menyambut baik edukasi ini karena pemilahan sampah merupakan kebiasaan yang perlu dibangun sejak dini. Dengan adanya edukasi dan praktik secara langsung, siswa dapat lebih mudah memahami apa yang harus dipilah dan bagaimana melakukannya. Kami berharap kebiasaan ini dapat terus diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah,” ujar Asmin Supriyono, Kepala SDN Cikande Permai.

Baca Juga  Gubernur Banten Andra Soni : Saya Butuh Pembuktian

​Selanjutnya, LamiPak akan memantau perkembangan UBC Collection di sekolah-sekolah peserta, termasuk jumlah UBC yang berhasil dikumpulkan. Hasil monitoring tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat efektivitas pelaksanaan program dan menentukan langkah selanjutnya.

​Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang diluncurkan pada Juni 2026 untuk mendorong kebiasaan pemilahan dan pengumpulan kemasan pasca-konsumsi melalui pendekatan berbasis sekolah. Sejak awal, program dirancang untuk melibatkan sekolah dan siswa dalam membangun praktik pengelolaan kemasan pasca-konsumsi yang lebih bertanggung jawab. (*/yogi)