Fajarbanten.co.id-Putra pertama Dahnil Anzar Simanjuntak, Sayyid Jundi Anzar Simanjuntak, angkat bicara terkait polemik yang menyeret nama ayahnya dengan Ario Kiswinar Teguh di media sosial Threads.
Melalui unggahannya, Sayyid Jundi menyatakan dirinya ingin membantah tudingan yang dinilainya sebagai fitnah terhadap sang ayah.
“Saya Sayyid Jundi Anzar Simanjuntak, anak pertama @dahnil_anzar_simanjuntak ingin melawan fitnah kejam,” tulis Sayyid Jundi.
Ia kemudian menanggapi pernyataan yang menyebut Dahnil telah menelantarkan empat anaknya.
Menurutnya, tudingan tersebut tidak sesuai dengan pengalaman yang dialaminya bersama saudara-saudaranya.
“Mas @kiswinar saya dan adik adik saya telah ikut ayah setelah orang tua kami bercerai,” ujarnya.
Sayyid Jundi mengatakan, dirinya bersama adik-adiknya tetap mendapatkan perhatian dan dukungan dari sang ayah setelah perceraian orang tua mereka.
Ia bahkan menyebut berbagai kebutuhan pendidikan dan keseharian mereka tetap dipenuhi oleh Dahnil.
“Mulai dari uang jajan, uang kuliah, hingga saya diberi fasilitas motor dari ayah saya,” tulisnya.
Menurutnya, perhatian serupa juga diberikan kepada adiknya yang saat ini masih menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
“Pun demikian ke adik saya perempuan yg sekarang kuliah juga,” katanya.
Dalam unggahan berikutnya, Sayyid Jundi meminta Ario Kiswinar tidak membawa dirinya dan saudara-saudaranya dalam pernyataan mengenai anak yang disebut ditelantarkan.
“Tidak suka boleh tapi bawa-bawa kami yang anda katakan ditelantarkan,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi dirinya dan saudara-saudaranya berbeda dengan persoalan yang dialami Ario Kiswinar.
“Kami bukan kamu @kiswinar yang ditelantarkan sama ayahmu sendiri,” ujarnya.
Sayyid Jundi juga mempertanyakan alasan Ario Kiswinar menuding ayahnya telah menelantarkan anak-anak.
“Alasan apa anda memfitnah ayah saya menelantarkan anaknya?” tulisnya.
Ia mengaku turut bersimpati atas persoalan keluarga yang dialami Ario Kiswinar. Namun, ia menilai tudingan terhadap ayahnya merupakan persoalan serius.
“Saya turut berduka cita mas atas musibah itu mas,” katanya.
Sayyid Jundi kemudian menegaskan bahwa dirinya keberatan apabila persoalan tersebut menyeret dirinya dan saudara-saudaranya.
“Keadaan anda jangan membawa anak-anaknya,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Pernyataan Sayyid Jundi itu menambah perkembangan polemik di media sosial yang melibatkan keluarga Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ario Kiswinar Teguh.
Rilis 2:
*Soal Isu Menelantarkan Anak, Putri Kedua Wamenhaj Dahnil Anzar Minta Netizen Tidak Memfitnah Ayahnya*
JAKARTA — Anak kedua Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, Gadiza Aisyah Revoluna Anzar, turut angkat bicara terkait berbagai tudingan dan komentar negatif yang ditujukan kepada ayahnya di media sosial.
Gadiza memberikan penjelasan melalui media sosial untuk meluruskan sejumlah asumsi yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi keluarganya.
Ia menyebut, selama ini ayahnya tetap menjalankan tanggung jawab terhadap dirinya dan saudara-saudaranya.
“Halo kak Fransiska, aku anak keduanya, dan ya, ayahku selalu menafkahiku, termasuk pendidikanku. Aku dan tiga saudaraku yang lain tinggal bersamanya sejak orang tua kami berpisah,” tulisnya di kolom komentar thread dalam bahasa inggris.
Menurut Gadiza, dirinya bersama tiga saudaranya tumbuh dan menjalani kehidupan sehari-hari bersama Dahnil setelah kedua orang tuanya berpisah.
Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi bagian dari kehidupan keluarganya yang selama ini mereka jalani.
“Jadi kami tumbuh di bawah pengawasannya/satu atap dengannya. Semoga ini menjawab pertanyaanmu dan aku berharap tidak ada lagi asumsi salah yang ditujukan kepada ayah dan keluargaku,” katanya.
Gadiza juga meminta masyarakat maupun pengguna media sosial untuk tidak menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Ia berharap persoalan yang menyangkut keluarganya tidak berkembang menjadi rumor yang semakin luas.
Ia menilai, kehidupan pribadi keluarganya seharusnya tetap mendapat ruang dan batasan, terlebih ketika informasi yang beredar di media sosial dinilai tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.
“Sebagai anaknya, aku sangat berharap semua orang bisa menghormati privasi dan batasan keluarga kami serta berhenti menyebarkan rumor tentang keluarga kami yang bahkan tidak benar,” tegas Gadiza.
Pernyataan tersebut disampaikan Gadiza di tengah sorotan dan perbincangan di media sosial yang turut menyeret kehidupan pribadi keluarga Dahnil.
Melalui keterangannya, ia berupaya memberikan perspektif langsung sebagai anggota keluarga sekaligus meminta agar polemik tidak terus melebar. (*)







