Warga Pasarkemis Digegerkan Pria dan Guru TK Berada di Ruang Sekolah Tertutup

oleh

Kabupaten Tangerang – Warga di wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dihebohkan dengan peristiwa ditemukannya seorang pria yang diduga oknum anggota kepolisian bersama seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) di dalam ruang sekolah dalam kondisi tertutup, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah TK yang berada di wilayah Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
Menurut keterangan Ketua RT setempat, kejadian bermula saat warga melihat seorang laki-laki masuk ke lingkungan sekolah ketika kegiatan belajar mengajar sudah selesai dan suasana sekolah dalam kondisi sepi. Di dalam sekolah tersebut diketahui masih ada seorang guru.

Karena merasa curiga ada laki-laki dan perempuan berada di dalam ruangan sekolah dalam kondisi tertutup, warga kemudian menghampiri dan mengetuk pintu ruangan. Namun tidak ada respons dari dalam ruangan.
Warga kemudian memanggil Ketua RT setempat untuk ikut mengecek kondisi tersebut. Ketua RT bersama warga kembali mengetuk pintu, namun tetap tidak ada jawaban selama beberapa menit.

Sekitar 5 hingga 10 menit kemudian, laki-laki tersebut akhirnya keluar dari dalam ruangan bersama seorang guru. Saat itu, kondisi di lokasi sudah dipenuhi warga yang penasaran dengan kejadian tersebut.

Baca Juga  PWI Banten Gelar Berbagai Kegiatan di Bulan Ramadhan

Pria tersebut kemudian langsung meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor tanpa memberikan keterangan kepada warga yang berada di lokasi.
Warga yang berada di lokasi mengaku sempat menemukan sebuah kantong plastik berisi tisu dalam kondisi basah yang dibuang ke tempat sampah, sehingga menimbulkan berbagai dugaan dari warga terkait kejadian di dalam ruangan tersebut.

Setelah kejadian tersebut, kedua pihak kemudian dipertemukan dalam mediasi internal keluarga dan tokoh masyarakat setempat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa guru tersebut sudah tidak lagi mengajar di sekolah tersebut. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah terkait status yang bersangkutan.

Baca Juga  Jaringan 4G XL Axiata Siap Sukseskan MotoGP Mandalika

Sementara itu, terkait dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian, masyarakat berharap ada klarifikasi dan penjelasan resmi dari pihak kepolisian agar persoalan tersebut tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Warga juga berharap apabila memang terdapat pelanggaran etik oleh oknum aparat, maka dapat ditangani sesuai aturan yang berlaku melalui mekanisme internal kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.(MN)