FAJARBANTEN.CO.ID- Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Pandeglang melakukan investigasi terkait dugaan keracunan makanan yang terjadi di SDN Sukajadi, Kecamatan Carita. Peristiwa ini turut menyoroti dapur penyedia makanan, yakni SPPG Carita Mandiri.
Wakil Ketua Satgas MBG Pandeglang, Doni Hermawan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan, termasuk kemungkinan uji laboratorium terhadap sampel makanan.
“Intinya kami akan menurunkan tim dari Dinas Kesehatan untuk mengecek. Nanti apakah perlu dilakukan uji laboratorium atau seperti apa, kita tunggu hasilnya,”ungkao Doni, Jumat 24 April 2026.
Ia menegaskan, dugaan keracunan harus dikaji secara menyeluruh. Menurutnya, apabila makanan yang dikonsumsi mengandung racun, umumnya akan berdampak pada banyak orang karena proses memasak dilakukan dalam jumlah besar.
“Kalau kita bicara keracunan, biasanya yang terdampak banyak. Kalau hanya satu atau dua orang, bisa jadi faktor lain seperti alergi atau kondisi tubuh yang tidak cocok dengan makanan,” jelasnya.
Meski demikian, Satgas MBG tetap melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia makanan, termasuk SPPG Carita Mandiri. Evaluasi dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan telah dipenuhi.
“Kami pasti melakukan evaluasi. Ada beberapa dapur yang akan dikenakan sanksi karena tidak memenuhi syarat atau tidak menindaklanjuti rekomendasi yang sudah diberikan,” tegasnya.
Doni menambahkan, sebelumnya Satgas MBG juga telah memberikan sanksi terhadap dapur MBG di wilayah Cibitung yang dinilai melanggar ketentuan. Kasus tersebut bahkan dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) hingga berujung pada penghentian sementara operasional.
“Contohnya di dapur MBG Cibitung, kami sudah beri sanksi dan kami laporkan ke BGN, bahkan sudah disuspensi,” katanya.
” Kami masih menunggu hasil investigasi dari Dinas Kesehatan untuk memastikan apakah dugaan keracunan di SDN Sukajadi berkaitan dengan makanan dari SPPG Carita Mandiri atau disebabkan faktor lain,”pungkasnya. (Asep)







