Realisasi Pendapatan APBD Lebak Capai Rp1,93 Triliun, Realisasi Belanja Rp1,69 Triliun Per 25 September 2026

oleh 2 views
Caption: Sekretaris BKAD Kabupaten Lebak, Agung Budi Santoso
Caption: Sekretaris BKAD Kabupaten Lebak, Agung Budi Santoso

FAJARBANTEN.CO.DI-Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Lebak hingga 25 September 2026 mencapai Rp1.937.888.767.773,90 atau sekitar 69,90 persen dari target pendapatan dalam APBD Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2.772.715.003.490.

Data tersebut berdasarkan infografis realisasi anggaran yang disampaikan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Lebak per 25 September 2026.

Sekretaris BKAD Kabupaten Lebak, Agung Budi Santoso, mengatakan pendapatan daerah merupakan salah satu sumber pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Pendapatan daerah merupakan sumber pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat serta pembangunan di Kabupaten Lebak,” ujar Agung.

Baca Juga  České online casina: Detailní průvodce pro hráče Objevte nejvýhodnější online casina v ČR

Berdasarkan data tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat sebesar Rp355.736.738.793,88. PAD tersebut terdiri atas pendapatan pajak daerah sebesar Rp165.314.512.374, retribusi daerah Rp177.007.203.607,94, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan Rp5.475.072.866, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp7.339.049.855,94.

Sementara itu, pendapatan transfer tercatat sebesar Rp1.562.151.318.662. Dari jumlah tersebut, transfer pemerintah pusat melalui dana perimbangan mencapai Rp1.477.922.172.082.
Dana perimbangan tersebut meliputi Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp33.888.389.000, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp861.257.759.700, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Rp5.985.015.500, dan DAK Nonfisik Rp451.610.283.782.

Selain itu, Dana Desa tercatat sebesar Rp121.990.725.000, hibah kepada daerah Rp3.190.000.000, serta transfer antardaerah sebesar Rp104.229.145.680.

Baca Juga  Lapas Kelas I Tangerang Gelar Simuslasi Pemungutan dan Penghitungan Pemilu 2024

Pada sisi belanja, realisasi belanja daerah Kabupaten Lebak hingga 25 September 2026 mencapai Rp1.698.338.980.302 atau sekitar 60,15 persen dari anggaran belanja sebesar Rp2.822.715.003.490.

Realisasi tersebut terdiri atas belanja operasi sebesar Rp1.430.287.906.100 dan belanja modal sekitar Rp258,96 miliar.
Dalam belanja operasi, realisasi belanja pegawai tercatat sekitar Rp966,56 miliar, sedangkan belanja barang dan jasa mencapai sekitar Rp493,12 miliar.

Selain itu, terdapat realisasi belanja subsidi sekitar Rp555,5 juta, belanja hibah sekitar Rp63 miliar, serta belanja bantuan sosial sekitar Rp7,55 miliar.

Untuk belanja modal, realisasi antara lain mencakup belanja peralatan dan mesin sekitar Rp16,29 miliar, gedung dan bangunan sekitar Rp12,20 miliar, jalan, jaringan dan irigasi sekitar Rp44,78 miliar, serta aset tetap lainnya sekitar Rp3,60 miliar.

Baca Juga  JTR Dukung KPU Bersama Suksesi Pilkada Serentak 2024

Agung mengatakan pengelolaan keuangan daerah terus diarahkan agar dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel, kami berharap anggaran daerah dapat mendukung program pembangunan dan pelayanan publik untuk mewujudkan Lebak yang lebih maju,” katanya.

BKAD Kabupaten Lebak selanjutnya akan terus memantau perkembangan realisasi pendapatan dan belanja daerah hingga berakhirnya Tahun Anggaran 2026. (Ajat)