Ratusan Porsi MBG di SDN Caringin 1 Pandeglang Tak Dimakan, Sebagian Dibagikan untuk Pakan Ternak

oleh
Ratusan porsi MBG tak dimakan oleh siswa siswi SDN Caringin 1, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. (Dok. kiriman warga)

FAJARBANTEN.CO.ID, PANDEGLANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Caringin 1, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, mengalami kendala penyerapan. Ratusan porsi makanan yang disiapkan untuk siswa tidak seluruhnya dikonsumsi karena banyak peserta didik tidak hadir ke sekolah.

Guru Kelas V SDN Caringin 1, Armadi, mengatakan saat ini kegiatan belajar mengajar sudah memasuki masa akhir semester sehingga tingkat kehadiran siswa menurun. Meski pihak sekolah telah mengimbau siswa untuk tetap datang ke sekolah, banyak yang memilih tidak hadir.

“Dimakan sih dimakan, cuma tidak semua siswa karena sekolah saat ini dalam keadaan bebas. Padahal di grup juga kami himbau untuk semua siswa siswi sekolah, tapi tetap saja sebagian siswa tidak hadir,” ungkap Armadi dihubungi melalui seluler, Kamis 11 Juni 2026.

Baca Juga  Nomor Urut 2 Angka Kemenangan Prabowo-Gibran

Menurutnya, para guru saat ini juga tengah disibukkan dengan proses pengisian nilai rapor setelah pelaksanaan ulangan dan kelulusan.

“Guru-gurunya juga pada sibuk mengisi nilai rapor, sudah selesai ulangan dan kelulusan,” ujarnya.

Armadi memperkirakan jumlah siswa yang hadir hanya sekitar setengah dari total peserta didik yang terdaftar.

“Untuk yang hadir kami belum tahu secara detail karena tidak dihitung, mungkin setengahnya kali ya,” katanya.

Saat ini jumlah siswa SDN Caringin 1 dari kelas I hingga kelas VI tercatat sebanyak 262 orang. Selain itu, terdapat 13 guru dan seorang penjaga sekolah yang juga menjadi penerima manfaat MBG.
Pihak sekolah mengaku telah berupaya menghubungi siswa yang tidak hadir agar mengambil makanan yang sudah disiapkan. Namun, ajakan tersebut tidak mendapat respons.

Baca Juga  Peserta PKN II BPSDM Provinsi Banten Salurkan Bantuan Penanganan Stunting

“Kami sudah melakukan konfirmasi kepada yang tidak hadir untuk mengambil MBG, tapi tetap saja tidak ada yang mau mengambil ke sekolah,”katanya.

Akibatnya, sebagian makanan yang tidak terserap menjadi mubazir. Untuk menghindari penumpukan sisa makanan sebelum wadah atau ompreng dikembalikan, makanan tersebut akhirnya diberikan kepada warga yang memiliki ternak.

“Iya mubazir. Itu juga kami kasih ke warga yang punya bebek dan ayam. Gimana lagi, sebelum ompreng diambil harus dalam keadaan bersih,” katanya.

Armadi menambahkan, pihak sekolah sebenarnya telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak dapur penyedia MBG. Namun, distribusi makanan tetap dilakukan sesuai jumlah penerima manfaat yang terdata.

“Sudah kami konfirmasi juga ke pihak dapur bahwa sekolah ini sudah mulai bebas, tetapi pihak dapurnya bilang sesuai dengan jumlah penerima manfaat,” ujarnya.

Baca Juga  Launching Paket Iftar 'RAISA' 2026 Horison Ultima Ratu Serang, Hadirkan Menu Beda Setiap Hari

Ia juga mengungkapkan adanya indikasi kejenuhan siswa terhadap menu MBG yang dinilai kurang bervariasi.

“Siswa siswi sekarang sudah mulai bosan dengan menu MBG yang itu-itu saja. Kami sebagai guru sudah sering mengingatkan, daripada jajan sembarangan lebih baik dimakan. Kalau tidak dimakan kan mubazir,” katanya.

Pada hari tersebut, menu MBG yang dibagikan terdiri dari nasi, ayam, tempe bacem, sayur wortel dan bayam, serta buah jeruk.

Sementara itu, Kepala SPPG Banyubiru 1, Rofiatul, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait banyaknya porsi MBG yang tidak dikonsumsi oleh siswa di SDN Caringin 1. (Asep)