Fajarbanten.co.id – LamiPak bersama Frisian Flag Indonesia meresmikan Program Pengelolaan Sampah Kemasan Aseptik Kertas Karton di Kabupaten Serang sebagai upaya mendorong pengelolaan kemasan pasca-konsumsi yang bertanggung jawab dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peresmian program ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana; Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Merrijantij Punguan Pintaria; Ketua Pengurus IPRO, Reza Andreanto; serta perwakilan perangkat daerah Kabupaten Serang, asosiasi industri, koperasi susu, institusi pendidikan, dan jajaran manajemen PT Lami Packaging Indonesia serta PT Frisian Flag Indonesia.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara LamiPak Indonesia sebagai produsen kemasan aseptik dan Frisian Flag Indonesia sebagai produsen susu yang menggunakan kemasan tersebut. Melalui inisiatif ini, kedua perusahaan berupaya mengambil peran aktif dalam mendukung pengelolaan kemasan pasca-konsumsi secara berkelanjutan.
Seiring dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang mendistribusikan susu dalam kemasan karton aseptik kepada para siswa, diperlukan sistem pengumpulan dan pengelolaan yang baik agar kemasan pasca-konsumsi dapat ditangani secara bertanggung jawab. Program ini hadir sebagai salah satu langkah nyata untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Sebanyak 20 sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK di Kecamatan Cikande turut berpartisipasi dalam program ini. Melalui pendekatan berbasis sekolah, para siswa didorong untuk membiasakan pemilahan dan pengumpulan kemasan pasca-konsumsi sebagai bagian dari pendidikan lingkungan sejak dini.
Managing Director PT Lami Packaging Indonesia, Hongbiao Li, menyampaikan bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam membangun sistem pengelolaan kemasan yang berkelanjutan.
“Program ini merupakan wujud komitmen kami untuk berkontribusi dalam menciptakan solusi yang tidak hanya mendukung kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.”
Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew Saputro, menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kesadaran pengelolaan kemasan pasca-konsumsi.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap para siswa tidak hanya memperoleh manfaat gizi dari Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan kemasan secara bertanggung jawab sebagai bagian dari gaya hidup yang berkelanjutan.”
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Merrijantij Punguan Pintaria, mengapresiasi inisiatif kolaboratif yang dilakukan LamiPak dan Frisian Flag Indonesia dalam mendukung pengelolaan kemasan pasca-konsumsi melalui pendekatan berbasis pendidikan.
Menurutnya, program ini tidak hanya membantu membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda, tetapi juga menjadi contoh nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami menyambut baik pelaksanaan program ini karena mengintegrasikan aspek edukasi lingkungan dengan pengelolaan kemasan pasca-konsumsi secara bertanggung jawab. Melalui keterlibatan sekolah dan para siswa, program ini dapat menumbuhkan kebiasaan memilah dan mengumpulkan sampah sejak dini, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia. Kolaborasi antara industri, pemerintah, lembaga pendidikan, dan mitra daur ulang seperti ini menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” ujar Merrijantij.
Kemasan yang terkumpul dari sekolah-sekolah peserta nantinya akan dikelola melalui kolaborasi dengan mitra pengumpulan dan daur ulang untuk mendukung pemanfaatan kembali material serta mendorong terwujudnya ekonomi sirkular.
Ketua Pengurus IPRO, Reza Andreanto, menekankan pentingnya membangun sistem pengumpulan yang terintegrasi agar kemasan pascakonsumsi yang telah dipilah dapat tetap memiliki nilai ekonomi hingga masuk ke rantai daur ulang.
“Pengangkutan masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu, diperlukan infrastruktur yang mampu memastikan material yang telah dipilah tetap terjaga kualitasnya hingga masuk ke sektor daur ulang. Selain edukasi mengenai pemilahan, aspek pengangkutan juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem yang berkelanjutan,” ujar Reza.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana,
menyampaikan dukungannya terhadap program ini.
“Kami mengimbau Dinas Pendidikan Kabupaten Serang untuk menerbitkan surat edaran yang mendorong pelaksanaan pengumpulan dan pengelolaan sampah kemasan susu dari Program Makan Bergizi Gratis di lingkungan sekolah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran dan partisipasi seluruh satuan pendidikan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Zaldi Dhuhana, Sekretaris Daerah Kabupaten Serang.
Selain prosesi peresmian program, kegiatan juga diisi dengan edukasi gizi dalam rangka World Milk Day, simbolisasi “Milk Toss” bersama para tamu undangan, serta demonstrasi mekanisme pengumpulan kemasan karton aseptik yang akan diterapkan di sekolah-sekolah peserta.
Melalui Program Pengolahan Sampah Kemasan Aseptik Kertas Karton, LamiPak dan Frisian Flag Indonesia berharap dapat berkontribusi dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendukung terciptanya masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*/yogi)







