Pemkab Serang Dorong Ekonomi Digital, Platform Kreator Dinilai Buka Peluang Baru

oleh

FAJARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Serang mulai memperkuat perhatian pada pengembangan ekonomi digital sebagai upaya menjawab tantangan di sektor industri yang terus berubah.

Langkah ini terlihat dari dukungan terhadap hadirnya platform monetisasi kreator berbasis performa, Sople, yang diperkenalkan dalam kegiatan Serang Seminar Social Life Shopping di Hotel Horison Ultima Ratu, Sabtu (18/04/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Serang, H. Sutaman, S.STP., M.Si., yang mewakili Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, menyampaikan bahwa transformasi digital kini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran platform digital seperti Sople bisa menjadi peluang baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Baca Juga  Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Kadivpas Banten Pantau Pelaksanaan Sidak di LPP Tangerang

“Platform seperti ini merupakan karya anak bangsa yang patut kita dukung, karena membuka peluang ekonomi alternatif di tengah tantangan dunia kerja saat ini,” ujar Sutaman.

Ia juga menyinggung kondisi sektor industri yang tengah menghadapi tekanan, termasuk berkurangnya jumlah tenaga kerja di beberapa perusahaan besar. Salah satunya terjadi di PT Nikomas Gemilang, yang mengalami penurunan jumlah karyawan cukup signifikan.
Situasi ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa daerah perlu mulai mengembangkan sumber ekonomi lain yang lebih fleksibel, termasuk melalui sektor digital.

Dalam kesempatan yang sama, tokoh ekonomi digital internasional, Dato’ Sri Jasonn Tan, turut mengulas potensi besar industri kreator yang terus tumbuh. Ia menekankan pentingnya sistem monetisasi yang tidak hanya menguntungkan platform, tetapi juga memberikan nilai yang adil bagi para kreator.
Menjawab hal tersebut, Sople memperkenalkan sistem monetisasi berbasis performa melalui skema RPM (Revenue per Mille). Pendekatan ini menjadi alternatif dari model lama yang masih bergantung pada endorsement dan kerja sama brand.

Baca Juga  Catat Sejarah untuk Pertama Kalinya Kejurda Banten Yongmoodo Digelar

Dengan kisaran RPM mulai dari Rp3.000 hingga Rp15.000 untuk skema premium, platform ini diharapkan mampu memberikan pendapatan yang lebih stabil bagi para kreator.
Model ini juga membuka peluang bagi kreator, baik yang sudah mapan maupun yang sedang berkembang, untuk tumbuh dalam ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Serang menilai inovasi seperti ini dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang, sekaligus mendorong lahirnya sumber ekonomi baru di tengah perubahan zaman.

Baca Juga  Minta Warga Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran, Airin Aspirasikan Pemekaran Daerah di Lebak

Ke depan, Sople menargetkan Indonesia sebagai pasar awal sebelum memperluas jangkauan ke tingkat regional. Diharapkan, langkah ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku inovasi, ekonomi digital diyakini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam membangun masa depan yang lebih adaptif dan inklusif. (Yogi)