FAJARBANTEN.CO.ID-Puluhan nelayan bersama warga Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, menggeruduk kantor PT Gandasari Energi untuk melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (2/7/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas aktivitas reklamasi yang dilakukan perusahaan yang dinilai telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan pesisir dan mata pencaharian nelayan.
Massa mendesak PT Gandasari Energi bertanggung jawab atas berbagai dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat kegiatan reklamasi.
Mereka menilai hingga kini perusahaan belum memberikan penjelasan maupun solusi terhadap kerugian yang dirasakan masyarakat.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Serang, Sabihis, menegaskan pihaknya meminta perusahaan tidak menutup mata terhadap persoalan yang muncul akibat aktivitas reklamasi tersebut.
“Kami menekankan kepada PT Gandasari agar ada pertanggungjawaban secara pasti atas dampak dari aktivitas itu,” tegas Sabihis saat menyampaikan aspirasi di lokasi aksi.
Selain menuntut tanggung jawab perusahaan, para nelayan juga mempertanyakan legalitas reklamasi yang tengah berlangsung.
Menurut mereka, aktivitas tersebut telah memicu sedimentasi di sejumlah titik perairan sehingga mengganggu aktivitas nelayan.
“Pangkalan dan alur aktivitas nelayan menjadi tidak layak, serta hilangnya ruang laut kami sehingga nelayan kini sulit menangkap ikan,” ujarnya.
Sabihis juga menyebut reklamasi diduga berdampak terhadap kerusakan ekosistem laut, termasuk menurunnya kualitas perairan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
“Selain itu juga merusak biota laut dan baku mutu air,” katanya.
Menurutnya, berbagai dampak tersebut seharusnya menjadi perhatian serius perusahaan.
Ia menilai kepentingan investasi tidak boleh mengabaikan hak masyarakat yang terdampak langsung.
“Banyak dampaknya. Harusnya berbanding lurus dengan kepentingan masyarakat yang terdampak. Jangan serta-merta pihak perusahaan mengabaikan,” tegasnya.
Aksi kali ini merupakan unjuk rasa kedua yang dilakukan nelayan Bojonegara. Sebelumnya, mereka juga menggelar aksi penolakan langsung di kawasan perairan yang menjadi lokasi reklamasi sebagai bentuk keberatan terhadap kegiatan tersebut.
Namun hingga aksi berlangsung, para nelayan mengaku belum menerima tanggapan maupun kepastian dari pihak PT Gandasari Energi.
“Sejauh ini belum ada tanggapan apa-apa dari pihak perusahaan,” pungkasnya.(Red).







