Fajarbanten.co.id – Memasuki usianya yang menginjak setengah milenium atau 500 tahun, Kabupaten Serang dituntut untuk melakukan lompatan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sorotan utama dalam momentum hari jadi ini tertuju pada pembenahan infrastruktur, penyelesaian persoalan lingkungan akibat aktivitas tambang, serta optimalisasi sektor pendapatan guna memperluas lapangan kerja bagi warga.
Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Serang, Najib Hanafi, usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang yang digelar pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Menurutnya, usia 500 tahun merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah.
“Kalau harapan jelas, kita kan hidup harus lebih baik. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini. Kita semua memiliki tanggung jawab. Kemajuan Kabupaten Serang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi kita sebagai masyarakat juga menjadi bagian yang bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi,” ujar Najib Hanafi.
Ia menekankan bahwa masyarakat Kabupaten Serang harus berperan aktif menjadi warga negara yang produktif dan berdaya saing, yang didukung dengan pemenuhan fasilitas pendidikan dan peningkatan kualitas SDM secara merata.
Benahi Infrastruktur dan Dampak Truk Tambang
Dalam arahannya, Najib menyoroti sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar yang masih harus diselesaikan oleh pemerintah daerah, terutama yang berkaitan langsung dengan infrastruktur dasar dan kenyamanan lingkungan warga.
Salah satu isu krusial yang disorot adalah operasional kendaraan berat atau truk tambang yang selama ini kerap menuai keluhan masyarakat karena mengganggu aktivitas harian dan merusak jalan.
“Sekarang sudah menjadi alasan yang bukan klasik lagi, tapi memang harus dipikirkan ke depan dan diperbaiki. Kabupaten Serang kemarin-kemarin kita mengalami banyak hal yang secara masyarakat merasa terganggu dengan operasional truk tambang dan lain sebagainya,” tegas Najib.
Ia mendesak agar aspirasi dan keluhan masyarakat terkait dampak pertambangan dapat segera direalisasikan penyelesaiannya melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten.
“Lingkungan kita harus aman dan nyaman. Harus kita akui secara jujur bahwa lingkungan kita sudah banyak yang rusak parah. Saatnya sekarang jangan memperparah karena sudah rusak, melainkan harus dibenahi kembali itu mengenai tata lingkungan dan peran serta dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang harus berperan aktif,” imbuhnya.
Selain infrastruktur fisik dan lingkungan, Najib juga menggarisbawahi pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pertambangan dan industri. Ia menilai potensi pendapatan dari sektor tersebut masih belum dimaksimalkan sepenuhnya untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah.
“Pendapatan atau PAD, khususnya dari sektor tambang, juga harus dimaksimalkan. Kayaknya sekarang ini masih banyak yang dari tambang itu belum dimaksimalkan pendapatannya, padahal itu lumayan ya dari sektor pajak dan lain-lain,” pungkasnya.
Dengan optimalisasi pendapatan daerah tersebut, DPRD berharap pemerintah dapat mengalokasikannya secara proporsional untuk pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, serta penciptaan lapangan kerja baru guna menekan angka pengangguran di Kabupaten Serang. (yogi)







