TANGERANG — Musim kemarau panjang berdampak terhadap ketersediaan air baku yang dimanfaatkan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan.
Penurunan debit terjadi pada sejumlah sumber air baku, di antaranya Sungai Cisadane dan Sungai Cimanceuri. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap kapasitas produksi dan pendistribusian air bersih di sejumlah wilayah pelayanan PERUMDAM TKR.
PERUMDAM TKR menyebut kondisi tersebut dipengaruhi faktor alam, termasuk perubahan cuaca dan iklim serta minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, PERUMDAM TKR terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan produksi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Optimalisasi pengolahan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi ketersediaan air baku. Pemantauan terhadap sumber-sumber air juga dilakukan secara berkala guna memastikan proses pengolahan tetap dapat berjalan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni pengerukan kanal dan pendalaman saluran menuju intake di masing-masing Instalasi Pengolahan Air (IPA). Upaya tersebut dilakukan agar aliran air menuju intake tetap dapat menopang kebutuhan air baku selama debit sungai mengalami penurunan.
Selain mengoptimalkan sistem pengolahan, PERUMDAM TKR juga menyiapkan bantuan air bersih melalui armada mobil tangki untuk membantu pelanggan yang terdampak kondisi tersebut.
Sejumlah wilayah pelayanan yang turut mengalami dampak antara lain Wilayah V, Wilayah III, Teluknaga, Tigaraksa, CitraRaya, dan Zona C.
Wilayah-wilayah tersebut memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Cisadane maupun Sungai Cimanceuri yang saat ini mengalami penurunan debit akibat kondisi kemarau.
PERUMDAM TKR memastikan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku terus dilakukan. Langkah mitigasi akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan guna menjaga proses produksi dan kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Meski penurunan debit air baku berdampak terhadap kapasitas produksi di sejumlah instalasi, PERUMDAM TKR terus berupaya mengoptimalkan sistem pengolahan dan distribusi agar dampaknya terhadap pelanggan dapat diminimalkan.
PERUMDAM TKR juga mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan, untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan selama musim kemarau.
Penghematan air dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air bersih, terutama ketika kondisi sumber air baku mengalami penurunan debit.
“Penggunaan air secara bijak dan sesuai kebutuhan menjadi bagian penting untuk bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih selama kondisi kemarau,” demikian keterangan Humas PERUMDAM TKR.







