FAJARBANTEN.CO.ID – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimaknai sebagai refleksi terhadap kualitas pendidikan, khususnya di Kota Serang. Ketua Harian Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten, Yayan Sofyan Suramanggala, menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang dinilai masih perlu pembenahan serius.
Menurut Yayan, ada tiga hal utama yang menjadi perhatian dalam dunia pendidikan saat ini. Pertama adalah kesejahteraan tenaga pendidik yang dinilai belum maksimal. Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru menjadi hal penting agar proses pendidikan berjalan optimal.
“Yang pertama soal kesejahteraan itu belum maksimal, untuk itu kami mengingatkan agar dimaksimalkan,” ujarnya.
Kedua, ia menyoroti kondisi infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang dinilai masih jauh dari kata memadai. Menurutnya, sarana dan prasarana yang baik akan sangat menunjang kualitas pembelajaran di sekolah.
Ketiga, terkait kurikulum, Yayan menekankan pentingnya sistem pendidikan yang mampu membentuk karakter generasi muda. Ia menilai, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada nilai akademik, melainkan juga harus mampu mencetak siswa yang berkarakter kuat.
“Kurikulum harus benar-benar mendidik, mencetak generasi muda agar berkarakter. Itu jauh lebih penting untuk diutamakan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yayan juga menyampaikan harapan agar ketiga poin tersebut dapat segera terealisasi. Ia berharap kesejahteraan guru ditingkatkan, fasilitas pendidikan diperbaiki, serta kurikulum dibenahi agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan juga harus menyentuh para tenaga pengajar melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.
Selain itu, Yayan turut menyoroti momentum tahun ajaran baru dan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang kerap menjadi perhatian publik. Ia menyinggung pentingnya sistem yang transparan dan bebas dari praktik-praktik yang mencederai dunia pendidikan, seperti dugaan KKN, titip-menitip siswa, hingga praktik suap untuk masuk sekolah favorit.
Menurutnya, isu-isu tersebut memang santer terdengar di masyarakat, namun pihaknya berharap praktik tersebut tidak benar-benar terjadi.
“Terkait siswa titipan dan sogok-menyogok memang santer beredar, tetapi harapan kami itu tidak terjadi, tidak terbukti, dan ke depan juga tidak ada,” ujarnya.
Untuk itu, KNPI Provinsi Banten mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Banten agar bersikap tegas dalam mengawasi dan menindak jika ditemukan pelanggaran dalam proses PPDB.
“Kami berharap kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk memberantas apabila memang itu terjadi. Namun harapan kami, dugaan-dugaan tersebut tidak terbukti, artinya tidak benar dan tidak ada,” pungkasnya.
Peringatan Hardiknas 2026 diharapkan menjadi momentum perbaikan nyata dalam sistem pendidikan, baik dari sisi kesejahteraan tenaga pendidik, fasilitas, kurikulum, hingga tata kelola yang bersih dan transparan. (Yogi)







