FAJARBANTEN.CO.ID – Upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi olahraga renang pelajar terus dilakukan melalui pengembangan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satunya dilakukan oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Heru Miftakhudin, melalui pengembangan alat bantu latihan renang Resistance Sock Swimming. Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian berjudul “Pengembangan Sistem Hambatan Hidrodinamika Modular Resistance Sock swimming untuk Latihan Renang Kompetitif.”
Penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan teknologi alat bantu latihan yang dapat memberikan tambahan hambatan hidrodinamika secara terukur dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan latihan atlet.
Mengembangkan Alat Latihan Berbasis Hambatan Hidrodinamika
Resistance Sock swimming dikembangkan sebagai sistem hambatan hidrodinamika modular yang memberikan resistensi tambahan ketika atlet melakukan aktivitas renang. Pemberian hambatan tersebut ditujukan untuk memberikan stimulus latihan dalam pengembangan kekuatan, daya tahan, kemampuan sprint, serta kemampuan atlet mempertahankan teknik renang ketika menghadapi resistensi.
Konsep modular menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan Drag Shock. Sistem tersebut memungkinkan konfigurasi hambatan disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan latihan, sehingga pelatih dapat memberikan stimulus latihan yang berbeda sesuai dengan karakteristik dan tingkat kemampuan atlet.
Pengembangan produk juga memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, kepraktisan, dan kemudahan penggunaan dalam aktivitas latihan. Dengan demikian, Resistance Sock swimming diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif alat bantu latihan yang dapat diintegrasikan ke dalam program latihan renang kompetitif.
Diuji pada Atlet PPOP Jakarta
Sebagai bagian dari proses penelitian dan pengembangan produk, Resistance Sock swimming telah diuji coba pada atlet renang PPOP Jakarta. Uji coba tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai penggunaan alat dalam situasi latihan serta mendapatkan masukan langsung dari atlet dan pelatih.
Uji coba menjadi tahapan penting karena pengembangan produk olahraga tidak hanya mempertimbangkan aspek desain dan teori, tetapi juga harus memperhatikan kondisi penggunaan di lapangan. Respons atlet, kenyamanan penggunaan, fungsi alat, serta kesesuaian tingkat hambatan menjadi bagian yang perlu dievaluasi dalam proses penyempurnaan produk. Hasil uji coba tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan dan optimalisasi sistem Resistance Sock swimmingagar semakin sesuai dengan kebutuhan latihan renang kompetitif.
Menghubungkan Riset dengan Kebutuhan Pembinaan Atlet
Pengembangan Resistance Sock swimmingmerupakan bagian dari upaya mengintegrasikan ilmu kepelatihan, prinsip hidrodinamika, dan teknologi olahraga dalam proses pembinaan prestasi. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi pelatih dalam merancang latihan dengan hambatan yang lebih bervariasi dan terarah.
Dosen UNJ Heru Miftakhudin menjelaskan bahwa pengembangan produk diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan prototipe alat, tetapi juga untuk menciptakan produk yang memiliki manfaat praktis bagi proses latihan.
“Pengembangan Resistance Sock swimming diarahkan untuk memberikan alternatif alat latihan dengan hambatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan atlet. Uji coba pada atlet PPOP Jakarta menjadi bagian penting untuk memperoleh masukan dan melakukan penyempurnaan produk,” ujar Heru.
Menuju Produk Olahraga yang Lebih Terstandar
Penelitian Resistance Sock swimming dilaksanakan melalui tahapan pengembangan yang meliputi perancangan produk, pembuatan prototipe, pengujian fungsional, uji coba lapangan, evaluasi, dan penyempurnaan. Hasil pengujian pada atlet PPOP Jakarta diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan lebih lanjut sehingga Resistance Sock swimming dapat menghasilkan sistem hambatan yang semakin terukur, aman, nyaman, dan sesuai dengan karakteristik latihan renang kompetitif.
Kedepan, pengembangan produk diarahkan pada peningkatan kualitas dan standardisasi produk, sehingga memiliki peluang untuk dimanfaatkan secara lebih luas oleh klub renang, sekolah olahraga, pusat pembinaan atlet, maupun institusi pendidikan yang menyelenggarakan pembinaan olahraga renang.
Melalui penelitian ini, UNJ terus mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan.
Pengembangan Resistance Sock swimming diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pembinaan dan prestasi atlet renang pelajar, sekaligus memperkuat peran riset perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi olahraga nasional. (Bad)







