Dianggap Meresahkan, Warga Menes Tolak Kehadiran Rentenir dan Bank Emok

oleh

Fajarbanten.co.id – Warga Kampung Cidenggung, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten dibuat resah dengan keberadaan bank emok dan bank keliling yang berkedok koperasi atau biasa di sebut rentenir.

Tak tanggung-tanggung puluhan warga yang berada di kampung itu terjerat dalam pinjaman sehingga dengan gali lobang tutup lobang dalam pembayaran.

Salah satu warga Kampung Cidenggung, Nanda Maulana (32) mengaku ada belasan bank keliling dan bank emok yang menyasar ibu-ibu dalam transaksi nya tanpa sepengetahuan para suami.

Baca Juga  Optimalkan Pelayanan Kunjungan WBP, Rutan Bangil Buka Jadwal Kunjungn Baru

“ Resah banget dengan keberadaan bank emok atau bank keliling ini yang menyasar ibu-ibu, bahkan transaksinya kadang tanpa sepengetahuan para suaminya,”kata dia, Kamis 23 November 2023.

Menurutnya, puluhan ibu-ibu di wilayahnya yang terjebak jerat bank emok setelah meminjam sejumlah uang, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta.

” Banyak di sini yang jadi korban bank emok. Apalagi dengan cicilan pembayaran satu Minggu sekali dalam jangka waktu 10 sampai 12 bulan, dengan bunga yang cukup tinggi,”ungkap dia.

Baca Juga  Perayaan Idul Adha 1445 H, MTXL Axiata Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

Diakui dia, pernah menjadi saksi bagaimana ibu-ibu yang memiliki tunggakan ke bank emok kerap bersembunyi di sawah dan rumah-rumah warga lain yang sekiranya aman dari kejaran penagih yang datang setiap hari, antara pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.

“Saya paling sering ditanya alamat sama penagih, biasanya jam 9 pagi sampai jam 11 datangnya. Bahkan malam-malam pernah digedor juga minta diantar ke rumah ibu-ibu yang pinjam uang dan belum bayar. Kebanyakan ibu-ibu sembunyi nya di kebun atau pergi ke luar,” katanya.

Baca Juga  Jika Reshuffle Kabinet, Presiden Layak Angkat Budiman Sudjatmiko Menjadi mentrinya

Dikatakan dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang seharusnya mencari solusi yang terbaik. Sebab, warga lainnya sangat menolak kehadiran bank keliling yang meresahkan ini.

“Saya berharap ada tindakan dan solusinya, baik dari pemerintah desa maupun pihak terkait, supaya bank keliling maupun bank emok tidak semena-mena masuk ke suatu wilayah. Apalagi ini tidak koordinasi maupun ijin dari RT/RW setempat,” pungkas dia. (Asep)