TANGERANG — Kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk besar. Bagi masyarakat yang tengah menghadapi kebutuhan sehari-hari, sebuah paket sembako dapat menjadi bantuan yang sangat berarti.
Semangat itulah yang diwujudkan jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang melalui kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan 250 paket sembako kepada masyarakat di Kelurahan Babakan, yang merupakan wilayah desa binaan Lapas Kelas I Tangerang, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi ruang bagi jajaran Lapas untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, petugas Lapas dapat mendengar berbagai cerita dan kondisi warga sekaligus mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar.
Kegiatan dihadiri Kepala Subbagian Keuangan, Kepala Seksi Bimbingan Kerja, dan Kepala Seksi Perawatan Narapidana Lapas Kelas I Tangerang. Hadir pula Lurah Babakan, Sekretaris Lurah, serta jajaran Kelurahan Babakan.
Kepala Seksi Perawatan Narapidana Lapas Kelas I Tangerang, Agung Tria Nugraha, mengatakan bakti sosial merupakan salah satu bentuk nyata untuk memperluas makna pemasyarakatan.
“Pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang apa yang kami lakukan di balik tembok lapas. Ada masyarakat di sekitar kami yang juga menjadi bagian dari ekosistem pemasyarakatan. Karena itu, kami ingin keberadaan Lapas dapat dirasakan dalam bentuk yang nyata. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi semoga dapat meringankan kebutuhan warga dan menjadi wujud bahwa kami tumbuh bersama lingkungan,” ujarnya.
Menurut Agung, hubungan yang baik dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menghadirkan pemasyarakatan yang semakin humanis dan terbuka.
Interaksi langsung dengan warga juga menjadi kesempatan bagi jajaran Lapas untuk memahami kebutuhan masyarakat serta kondisi lingkungan secara lebih dekat.
“Kami tidak ingin sekadar datang membawa bantuan lalu pulang. Yang jauh lebih penting adalah membangun hubungan. Ketika kami bisa saling mengenal, saling mendengar, dan saling memahami, akan tumbuh kepercayaan. Dari kepercayaan itulah hubungan antara pemasyarakatan dan masyarakat dapat dibangun dengan lebih kuat,” katanya.
Sembako Jadi Bentuk Perhatian bagi Warga
Bagi masyarakat penerima bantuan, 250 paket sembako tersebut menjadi bantuan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Salah seorang warga penerima bantuan, Erna, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan jajaran Lapas Kelas I Tangerang.
“Kami tentu bersyukur mendapatkan bantuan ini. Sembako ini sangat membantu untuk kebutuhan keluarga. Tapi bagi kami, yang lebih berarti adalah perhatian yang diberikan. Ketika ada yang datang dan peduli dengan kondisi kami, rasanya seperti diberi semangat bahwa kami tidak berjalan sendiri,” tuturnya.
Bakti sosial tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan lembaga pemasyarakatan tidak terlepas dari lingkungan sosial di sekitarnya.
Bagi Lapas Kelas I Tangerang, membangun kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan di dalam lapas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial di luar tembok.
Pemasyarakatan pada akhirnya bukan sekadar tentang tembok dan pembinaan. Lebih dari itu, pemasyarakatan juga menyangkut bagaimana membuka sekat, membangun kembali hubungan sosial, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan sederhana seperti bakti sosial, jajaran Lapas Kelas I Tangerang berupaya memastikan bahwa setiap langkah pemasyarakatan dapat memberikan dampak positif dan membawa kebaikan bagi kehidupan bersama.(*)







