Atasi Kesenjangan Vokasi, APINDO Banten Inisiasi Pembangunan SMK Apindo Daya Banten

oleh 13 views

Fajarbanten.co.id – Masalah kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri di Provinsi Banten masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Lulusan sekolah kejuruan saat ini tidak hanya dituntut untuk memegang ijazah saja, tetapi juga wajib mengantongi kompetensi nyata yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Guna menjawab persoalan tersebut, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten dan DPRD Provinsi Banten mengambil langkah strategis dengan menginisiasi pembangunan SMK Apindo Daya Banten. Sekolah vokasi ini dirancang agar mampu mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus membantu menekan angka pengangguran di wilayah Banten.

Kolaborasi Strategis dan Target Kurikulum Berbasis Industri

Ketua Yayasan Apindo Daya Banten, Najib Hanafi, menjelaskan bahwa inisiatif ini ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Apindo Daya Banten dengan Yayasan Mitra Industri Mandiri yang mengelola SMK Mitra Industri MM2100 di Cikarang. Menurutnya, konsep pendidikan vokasi harus didesain agar benar-benar menjawab kebutuhan riil industri.

Baca Juga  20 Finalis UMKM Perempuan Berebut hadiah Modal Rp. 115 juta

Selama ini, isu mengenai link and match antara lembaga pendidikan dengan sektor usaha dan industri masih menyisakan celah yang cukup lebar. Oleh karena itu, kehadiran sekolah ini bertujuan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di Banten agar mempunyai peluang serapan yang jauh lebih tinggi di dunia industri.

“Lulusannya itu siap kerja. Jadi memiliki kompetensi, memiliki budaya etos kerja, memiliki disiplin, memiliki pengetahuan, kemampuan teknis, memahami safety, memahami produktivitas,” ungkap Najib.

Prioritaskan Siswa Sekitar Kawasan Industri dan Pemilihan Jurusan

Baca Juga  Muzani: Gagasan Prabowo soal Perdamaian Rusia-Ukraina Perlu Dilakukan untuk Ketersediaan Pangan Dunia

Dari sisi rekrutmen, Ketua Harian DPP APINDO Banten yang juga menjabat sebagai Owner PT Propan, Kris R. Adidharma, menyebutkan bahwa sasaran calon peserta didik akan diprioritaskan berasal dari wilayah di sekitar kawasan industri. Pola ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih dekat bagi para lulusan terhadap kebutuhan tenaga kerja di perusahaan terdekat.

Sejumlah jurusan andalan tengah dipersiapkan secara matang, di antaranya:
* Mekatronika
* Akuntansi
* Logistik
* Ototronik

Sementara itu, jurusan Teknologi Pangan masih berada dalam tahap pengkajian mendalam. Kris menegaskan bahwa penentuan jurusan tidak boleh sekadar mengekor tren pendidikan, melainkan harus selaras dengan kebutuhan perusahaan sekitar.

Tahapan penjajakan dan rekrutmen awal siswa direncanakan mulai bergulir pada Oktober 2026, dengan target kegiatan belajar mengajar secara penuh dimulai pada tahun ajaran 2027.

Baca Juga  Kembali Dipercaya ISSF, Indonesia Tuan Rumah Grand Prix Air Rifle dan Air Pistol 2022

Ajakan Kontribusi bagi Seluruh Perusahaan di Banten

Ketua Umum DPP APINDO Banten, Tommy Rahmatullah, turut menekankan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan ini memerlukan dukungan penuh dari berbagai elemen, khususnya dari kalangan dunia usaha. Ia mengimbau seluruh perusahaan di Banten, baik yang sudah bergabung menjadi anggota APINDO maupun yang belum, untuk turut ambil bagian dalam mewujudkan sekolah vokasi tersebut.

Pada fase awal, sekolah ini merencanakan pembukaan sekitar tiga hingga lima jurusan dengan proyeksi satu kelas untuk masing-masing jurusan. Melalui langkah komprehensif ini, SMK Apindo Daya Banten diharapkan mampu bertransformasi menjadi jembatan nyata yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja industri secara efektif di Banten. (yogi)