FAJARBANTEN.CO.ID- Angka kemiskinan di Kabupaten Lebak menunjukkan tren penurunan pada tahun 2025. Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 8,03 persen. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem juga menurun signifikan hingga mencapai 0,53 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapperida Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat.
“Kondisi ini patut kita syukuri. Penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Lebak semakin membaik,” ujar Widy Ferdian saat dihubungi wartawan, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Lebak di bawah kepemimpinan Bupati. Berbagai arahan strategis terus diberikan kepada seluruh perangkat daerah agar program pembangunan tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Bapak Bupati dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya fokus pada penanggulangan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, perbaikan infrastruktur, serta penataan perkotaan dan pelayanan publik,” katanya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diimplementasikan melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang diketuai oleh Wakil Bupati Lebak. Tim ini menjalankan strategi terintegrasi, mulai dari pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, hingga penanganan wilayah kantong kemiskinan.
Sepanjang 2025, sejumlah program konkret telah dijalankan. Di antaranya perbaikan 50 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pemberian bantuan sosial “Lebak Sejahtera” kepada 4.239 penyandang disabilitas, serta program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga miskin di sektor produktif.
Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar turut diperkuat, seperti penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di tiga lokasi dan pembangunan jaringan perpipaan di 14 kawasan perdesaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Pemerintah daerah juga membangun sarana sanitasi berupa kamar mandi dan tangki septik di lima lokasi.
Di sektor kesehatan, Pemkab Lebak memberikan perlindungan melalui bantuan iuran jaminan kesehatan bagi 186.146 warga yang terdaftar sebagai peserta PBPU dan BP kelas III.
Widy menambahkan, keberhasilan penurunan angka kemiskinan tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak.
“Kami menyadari bahwa selain melalui pelaksanaan program pemerintah daerah, kontribusi beragam pemangku kepentingan juga sangat berperan dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Lebak,” ucapnya.
Dengan tren penurunan yang terus terjadi, Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis berbagai program yang telah berjalan dapat semakin mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (Ajat)







