Akses Pejalan Kaki & Motor ‘Diportal’, Warga Keluhkan Penataan Parkir di SMY

oleh 1 views

fajarbanten.co.id-Kawasan Stadion Maulana Yusuf (SMY) Kota Serang merupakan salah satu ruang terbuka hijau (RTH) yang tersisa setelah kawasan Alun-alun Kota Serang dipugar hingga akhir tahun 2026 mendatang.

Setiap pagi dan sore kawasan yang memiliki luas sekitar 9,64 HA ini selalu digunakan masyarakat untuk beragam aktivitas olahraga maupun ekonomi.

Tersedia berbagai fasilitas olahraga seperti stadion sepakbola utama, GOR basket & futsal, joging track, skate park, hingga yang terbaru GOR Bulutangkis.

Namun sayang, beberapa warga termasuk para pelajar, mengeluhkan aksi oknum petugas parkir yang menutup akses jalan (portal) motor/mobil untuk parkir di depan GOR Basket pada Jumat (4/9/2026) sore.

Baca Juga  Warga Sumurbandung Gotong Royong Perbaiki Jalan, Harapkan Program Bang Andra Direalisasikan

Selain harus berputar jauh mengelilingi lapangan sepak bola untuk mencari parkir, para warga dan pelajar yang ingin menyaksikan kompetisi basket antar SMA se-Banten tesebut, juga dipungut parkir tanpa tiket.

Seperti yang diungkapkan oleh Arif salah satu warga yang sedang berolahraga sore di sekitar stadion.

“Seharusnya tidak usah dipasang portal bambu, warga yang mau lewat jadi terganggu, dan harus melewati bambu tersebut dengan menunduk,” jelas warga Ciceri ini.

Baca Juga  TNI AD Bantu Kesulitan Rakyat, KASAD pantau Minyak Goreng di Pasar Kramat Jati

Belum lagi keluhan dari para pelajar yang ingin bertanding dan menonton yang harus dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2000 tanpa disertai karcis.

“Saya dan teman-teman cuma ingin nonton basket, kebetulan sekolah saya main. Tapi kok yang di sebelah sini (pintu selatan) ditarikin parkir sedangkan di sebelah barat tidak,” kesal Andini dan Reni.

Tak hanya itu, beberapa pedagang yang juga berjualan di depan GOR mengeluhkan karena sepi pembeli efek diportalnya akses jalan.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, SMSI Kabupaten Serang Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri Serang

“Apalagi kalau Sabtu dan Minggu, kami dilarang berjualan di trotoar stadion. Padahal kan hanya beberapa jam saja kami membuka lapak. Lagi pula masyarakat juga senang ada yang berjualan di sekitar stadion dan GOR. Mereka bisa sarapan atau sekedar mencari barang kebutuhan lainnya,” ujar Maman salah satu pedagang.

Maman pun berharap pemerintah Kota Serang, khususnya pihak terkait menata kawasan Stadion Maulana Yusuf sebagai ruang terbuka hijau yang gratiskan untuk umum. (yogi)