Jakarta – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) resmi melaksanakan program International Community Service (ICS) tahun 2026 melalui skema pengabdian kepada masyarakat berskala internasional. Program ini mengusung tema “Dissemination of System Differential Learning Integrated Interactive Digital Modules Physics for Enhancing Scientific Inquiry Literacy Teacher.” Kegiatan ini berfokus pada diseminasi inovasi pembelajaran fisika berupa System Differential Learning (SIDILAN) dan Integrated Interactive Digital Modules in Physics (IDMP) kepada guru sains di Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 22 Juni 2026 di Institut Teknologi Indonesia (ITI), Tangrang selatan.
Ketua ICS, Dr. Firmanul Catur Wibowo, M.Ed. menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi akademisi dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis riset terapan. “SIDILAN dan IDMP dirancang untuk memperkuat literasi inkuiri ilmiah guru, sehingga pembelajaran fisika tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berbasis eksplorasi dan pemecahan masalah,” ujarnya. Tim pelaksana terdiri dari Dr. Dina Rahmi Darman, M.Ed, Dwi Susanti, M.Ed, Andreas Handjoko Permana, M.Sc, Lari A Sanjaya, Iffah Hamidah, Faisal Salim, Daniel Steeven, Serta mitra internasional dari Kolej Dato’ Onn Jaafar, Universiti Teknologi Malaysia, yaitu Assoc. Prof. Dr. Muhammad Abd Hadi Bin Bunyamin.
Program ini merupakan hilirisasi dari riset hibah UNJ hibah Fundamental DIKTI tahun 2024, dengan luaran berupa publikasi ilmiah, produk digital pembelajaran, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Kegiatan ICS ini juga dirancang sebagai bentuk implementasi nyata dari hasil penelitian yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga diorientasikan pada penerapan langsung di lapangan pendidikan. Melalui pendekatan kolaboratif, program ini mendorong integrasi antara hasil riset, teknologi pembelajaran, dan kebutuhan praktis guru di sekolah. Hal ini menjadi penting dalam menjawab tantangan pembelajaran sains yang semakin kompleks di era digital. Dalam pelaksanaannya, SIDILAN dan IDMP diperkenalkan melalui rangkaian kegiatan workshop, pelatihan teknis, serta pendampingan penggunaan modul digital interaktif. Guru-guru peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilibatkan dalam simulasi pembelajaran berbasis inkuiri ilmiah untuk memperkuat pemahaman konsep dan penerapan strategi pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual.
Keterlibatan mitra internasional dari Universiti Teknologi Malaysia, khususnya Kolej Dato’ Onn Jaafar, memberikan nilai tambah dalam pengembangan program ini. Kolaborasi tersebut memperkuat perspektif global dalam desain pembelajaran fisika berbasis laboratorium dan inkuiri, sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan inovasi pendidikan di masa depan. Dengan adanya program ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam literasi inkuiri ilmiah guru sains di Indonesia dan Malaysia. Selain itu, hasil kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas dampak riset melalui publikasi internasional, pengembangan produk digital pembelajaran, serta penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang telah dimiliki oleh tim pelaksana dengan nomor kontrak pengabdian internasional Nomor: 24/PPM-KI/LPPM/II/2026.
Program International Community Service (ICS) ini juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Melalui pengembangan dan diseminasi System Differential Learning (SIDILAN) serta Integrated Interactive Digital Modules in Physics (IDMP), program ini mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berbasis literasi inkuiri ilmiah bagi guru sains. Selain itu, kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan Universiti Teknologi Malaysia menjadi representasi nyata penguatan kemitraan global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi pembelajaran. Sinergi lintas negara ini memperkuat implementasi SDGs 17 melalui pertukaran pengetahuan, transfer teknologi pembelajaran, serta pengembangan kapasitas pendidik secara berkelanjutan di Indonesia dan Malaysia.







