Kejar Target Nasional, Produksi Padi Pandeglang Ditarget Tembus 817 Ribu Ton pada 2026

oleh
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Pandeglang, Nuridawati.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Pandeglang, Nuridawati.

FAJARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang menargetkan produksi padi mencapai 817.026 ton sepanjang Januari hingga Desember 2026. Hingga April 2026, realisasi produksi padi tercatat telah mencapai 404.659 ton.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Pandeglang, Nuridawati mengatakan, target produksi tersebut merupakan penetapan dari pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan produktivitas pangan nasional.

“Target produksi padi tahun 2026 itu sebesar 817.026 ton. Sampai April realisasinya sudah mencapai 404.659 ton,” kata Nuridawati, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menjelaskan, target produksi padi tersebut bukan ditetapkan oleh pemerintah daerah, melainkan bagian dari program pemerintah pusat untuk meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk di Kabupaten Pandeglang.

Baca Juga  ASTON HOTEL Sambut Tahun Naga Dengan Varian Menu Kuliner Lezat & Istimewa

“Target itu dari pusat, bukan dari kami. Karena pemerintah pusat juga memiliki target capaian untuk meningkatkan produktivitas padi, salah satunya di Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, DPKP Pandeglang menyiapkan sejumlah program, salah satunya penyaluran benih unggul berlabel kepada petani di 35 kecamatan.

Menurut Nuridawati, benih unggul yang diberikan merupakan varietas padi genjah yang memiliki masa panen lebih cepat dibandingkan varietas biasa.

“Biasanya padi panennya 120 hari, tapi dengan benih genjah bisa lebih cepat panen,” ungkapnya.

Selain bantuan benih, DPKP juga melakukan penanganan terhadap berbagai kendala yang dihadapi petani, seperti serangan hama dan tikus. Penanganan dilakukan melalui bantuan pestisida yang berasal dari buffer stock pemerintah pusat.

Baca Juga  COSMIC VIOLET STRATEGY: DARI KOMPETISI KE SIGNIFIKANSI

“Kalau ada laporan kelompok tani terserang hama, langsung kami respons dengan bantuan pestisida. Untuk hama tikus juga ada bantuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, peran penyuluh pertanian sangat penting dalam mendukung peningkatan produksi padi di Kabupaten Pandeglang. Sebab, para penyuluh menjadi perpanjangan tangan dinas di tingkat kecamatan dan berkoordinasi langsung dengan kelompok tani.

“Penyuluh sangat berperan karena mereka yang langsung berkoordinasi dengan kelompok tani di lapangan. Kami juga terbantu karena keterbatasan pegawai di dinas,” katanya.

Meski demikian, DPKP Pandeglang masih menghadapi persoalan pemasaran hasil panen. Sebagian besar hasil panen petani di Pandeglang masih dipasarkan ke luar daerah seperti Karawang, Lampung, hingga Subang.

Baca Juga  PLN Sabet Penghargaan CNBC Indonesia Communications Strategist Award 2024

Menurut Nuridawati, kondisi tersebut terjadi karena banyak petani memperoleh modal usaha dari tengkulak untuk kebutuhan pupuk, tenaga kerja, hingga obat-obatan pertanian.

“Nanti hasil panennya harus dijual kembali ke tengkulak yang memberikan modal. Itu menjadi salah satu kendala di Pandeglang,” tuturnya.

Ia berharap program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah pusat dapat menjadi solusi bagi petani untuk mendapatkan akses permodalan tanpa harus bergantung kepada tengkulak.

“Mudah-mudahan dengan adanya Koperasi Merah Putih, kelompok tani bisa mendapatkan modal budidaya tanpa ketergantungan kepada tengkulak,” pungkasnya. (Asep )