Adde Rosi Minta Perguruan Tinggi di Banten Perkuat Kerja Sama dengan Industri

oleh
Caption : Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, saat sambutan di acara Workshop Peningkatan Kualitas dan Relevansi Perguruan Tinggi di STKIP Mutiara Banten.
Caption : Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, saat sambutan di acara Workshop Peningkatan Kualitas dan Relevansi Perguruan Tinggi di STKIP Mutiara Banten.

FAJARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, mendorong seluruh perguruan tinggi di Provinsi Banten memperluas kerja sama dengan perusahaan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan memasuki pasar kerja.

Hal itu disampaikan Adde Rosi saat menghadiri Workshop Peningkatan Kualitas dan Relevansi Perguruan Tinggi di STKIP Mutiara Banten, Kabupaten Pandeglang, Kamis 26 Juli 2026.

“Selain pendidikan yang berkualitas, merata dan adil serta bisa dirasakan oleh semua masyarakat, hal yang paling penting adalah setelah kuliah mendapatkan pendidikan, relevansinya adalah dikehidupan nyata kedepannya seperti apa. Apakah dapat mendapatkan pekerjaan, atau menjadi bagian dari satu juta pengangguran yang dihasilkan dari pendidikan tinggi yang selama ini datanya ada di BPS,” ungkap Adde Rosi.

Baca Juga  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten: RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli Siap Melayani Pasien dengan Standar Mutu Tinggi

Menurutnya, tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, kampus perlu membangun kemitraan yang lebih erat dengan perusahaan melalui program magang, riset bersama, pengembangan kurikulum, hingga penyerapan tenaga kerja.

“Jadi relevansinya sudah jelas, kuliah untuk mendapatkan pekerjaan dan tidak menjadi pengangguran, itu yang coba kita dorong kepada semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta,” ujarnya.

Baca Juga  SSB Angkasa 8 Kota Serang Sabet Juara 3 di Ajang Event Nasional Anak Dewa 2025

Politikus Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Banten I itu menegaskan, nota kesepahaman antara perguruan tinggi dan perusahaan tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif semata, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun dunia usaha.

“Dengan kolaborasi tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kerja sejak dini, sementara perusahaan mendapatkan akses terhadap sumber daya manusia yang lebih siap pakai,” ungkapnya.

Adde Rosi menambahkan, penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan industri sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang link and match dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga  Pengurus DPP Ormas Jarum Indonesia Masa Bakti 2024 - 2029 Dikukuhkan

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga berpotensi mendorong lahirnya inovasi dan riset terapan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya yakin kerja sama kampus dan perusahaan dapat mendorong inovasi dan pengembangan riset terapan yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku industri dapat menyusun peta kebutuhan tenaga kerja secara bersama-sama agar kerja sama yang dibangun benar-benar mampu menjawab tantangan dunia kerja di masa mendatang.

“Kampus harus menjadi pusat pencetak SDM unggul yang relevan dengan perkembangan industri. Karena itu, MoU dengan perusahaan harus diperbanyak dan dioptimalkan pelaksanaannya,” pungkasnya. (Asep)