Fajarbanten.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang memberikan klarifikasi terkait beredarnya video yang memperlihatkan piagam penghargaan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI tertukar dengan milik Bupati Serang saat prosesi penyerahan.
Pemkab menegaskan, tertukarnya piagam tersebut terjadi karena kekeliruan teknis saat penyerahan oleh panitia, bukan karena pembatalan atau kesalahan dalam proses penilaian penghargaan.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani diketahui menerima piagam penghargaan dari Kemendes PDT RI atas kontribusinya dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan desa serta percepatan pembangunan desa.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang, Tb. Nandar Suptandar, menegaskan bahwa Kabupaten Pandeglang secara resmi menerima penghargaan tersebut.
“Namun, pada saat prosesi penyerahan piagam penghargaan terjadi kekeliruan administratif dari pihak protokoler kementerian,” ungkap Nandar, Rabu,18 Februari 2026.
Ia menjelaskan, piagam yang sempat diserahkan kepada Bupati Pandeglang tertukar dengan piagam milik Bupati Serang.
“Kekeliruan tersebut murni bersifat teknis dan administratif, bukan karena adanya pembatalan ataupun kesalahan dalam proses penilaian,” katanya.
Menurutnya, secara substansi penghargaan itu memang diperuntukkan bagi Kabupaten Pandeglang berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian resmi dari Kemendes PDT.
“Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah melakukan konfirmasi dan komunikasi langsung dengan pihak kementerian,” ujarnya.
Ia mengimbau, kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.
“Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman terkait penghargaan yang diterima Kabupaten Pandeglang,” imbuhnya. (Asep)







