Fajarbanten.co.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karya Bakti di Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, bersiap menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan penerima manfaat. Program ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan nasional di bidang pemenuhan gizi yang digagas pemerintah pusat.
Dapur SPPG Karya Bakti yang dikelola oleh salah satu anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi Golkar tersebut telah diresmikan oleh Bupati Pandeglang pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Usai peresmian, distribusi MBG direncanakan mulai dilaksanakan pada 8 Januari 2026, setelah seluruh tahapan administrasi dan teknis dinyatakan sesuai dengan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Insya Allah kalau misalkan sesuai dengan petunjuk BGN, email ke kami, distribusi MBG ini mulai dilaksanakan tanggal 8 Januari 2026 nanti,”ungkap Miftahul Farid Sukur, perwakilan Yayasan Citra Bakti Banten, Minggu 4 Januari 2026.
Berdasarkan pemetaan sementara, kata dia, SPPG Karya Bakti akan melayani 20 sekolah di wilayah Kecamatan Jiput dan sekitarnya. Total penerima manfaat ditargetkan mencapai 3.000 orang yang terdiri dari pelajar dan kelompok rentan.
“Jumlah penerima manfaat sebanyak 3000, dengan rincian 2.500 kalangan pelajar dan 500 dari kelompok B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita),”kata Farid.
Ia menjelaskan, seluruh tahapan pendirian dan operasional dapur MBG telah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan BGN. Standar tersebut mencakup kelayakan bangunan, pelatihan penjamah makanan, sanitasi, hingga sertifikasi tenaga masak.
“Semua sudah kami penuhi, kecuali sertifikat halal. Kenapa sertifikat halal belum, karena minimal harus ada 100 menu. Berarti minimal harus 3 sampai 4 bulan berjalan dulu, baru sertifikat halal bisa diproses,”katanya.
Menurut Farid, keberadaan SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan yang mendorong perbaikan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Ia berharap Program MBG ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan pelajar serta kelompok B3 sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
“Selain daripada itu juga untuk bisa memberdayakan para UMKM lokal. Jadi kami sudah berkoordinasi juga, bagi petani-petani yang mempunyai sayur-mayur, telur sebagainya bisa turut serta mensukseskan program MBG ini,”ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pandeglang Dewi Setiani menilai keberadaan SPPG Karya Bakti sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional di bidang pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, pemenuhan gizi menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang sehat dan produktif.
“Dengan hadirnya SPPG bukan hanya menyiapkan gizi, tapi menyiapkan makanan yang berkualitas, sehat, dan layak dikonsumsi oleh anak-anak dan penerima rentan lainnya,”tuturnya.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas gizi, Dewi menambahkan, kehadiran SPPG juga memberikan efek ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan sektor pertanian serta usaha lokal.
“Ini juga akan menyerap tenaga kerja, sehingga menurunkan angka pengangguran di Pandeglang,”sambungnya.
Dewi berharap, SPPG Karya Bakti dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menyukseskan program strategis nasional di bidang pemenuhan gizi.
“Ini makin memberikan semangat dan obor perjuangan agar SPPG Karya Bakti ini bisa menjadi contoh teladan untuk SPPG-SPPG yang lain,”tandas Dewi. (Asep)






