Pemkab Serang Gelar Gerakan Pangan Murah di 27 Kopdes Merah Putih

oleh

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 27 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tersebar di 16 Kecamatan pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

GPM yang digelar secara serentak se-Indonesia itu diawali dengan rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian (Mentan) Sulaiman dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian secara virtual.

Kegiatan yang juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia ini, untuk Pemkab Serang dipusatkan di Alun-alun Kecamatan Mancak yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, Asisten Daerah (Asda) II, Febrianto, Kepala DKPP, Suhardjo dan sejumlah Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Serang.

Baca Juga  Di Markas PBB New York, CEO XL Axiata Dorong Percepatan Inklusi Digital Berbasis Gender

Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara serentak seluruh Indonesia tentunya dalam rangka menjamin keterjangkauan pangan oleh masyarakat dan menjadi stabilitas harga pangan.

”Ini bagus buat masyarakat, tetapi tetap tidak merugikan petani. Harga beras stabil dan harga gabah di tingkat petani stabil sesuai HPP gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram,”kata Suhardjo melalui keterangan tertulisnya pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Baca Juga  Kebebasan Pers: Wartawan Berpikir Kritis Tanpa Batas

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Serang, Mumun Munawaroh mengatakan GPM serentak seluruh Indonesia dilaksanakan untuk di Kabupaten Serang bekerjasama dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di 27 titik tersebar di 16 kecamatan.

Meliputi, Kecamatan Bandung, Binuang, Cikeusal, Cikande, Ciomas, Gunungsari, Pabuaran, Petir, Waringin Kurung, Pulo Ampel, Kragilan, Anyer, Ciruas, Pamarayan, Mancak dan Kramatwatu.

”Masing-masing Kopdes MP mendapat kuota beras SPHP sesuai kebutuhan sampai dengan 7 ton, sedangkan minyak kita sesuai kebutuhan. Beras SPHP dan minyak kita jual dengan harga seragam yaitu Rp60 ribu per 5 kilogram beras dan Rp15.500 per liter minyak,”ungkapnya.

Baca Juga  Mau Gelar Beragam Kegiatan Besar dengan Nyaman? Yuk Pasang Listrik Sementara di Aplikasi PLN Mobile

Lebih lanjut Mumun mengungkapkan, bahwa untuk pelaksanaan GPM serentak ini langsung dibawah pengawasan Irjen Kemendagri.

Adapun laporan pelaksanaan GPM berupa volume barang tersedia, volume terjual dan jumlah pengunjung dilaporkan secara berjenjang.

”Dari setiap titik, Kopdes MP melaporkan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk kemudian disampaikan kepada Inspektur Kabupaten Serang dan akan dilanjutkan ke provinsi dan pusat,”terang Mumun.(*)