Fajarbanten.co.id — Anggota DPD RI asal Banten, Hj. Ade Yuliasih, S.H., M.Kn., mengajak kaum perempuan untuk tidak hanya menjadi pelengkap keterwakilan 30 persen pada gelaran pemilu, melainkan harus memiliki nilai tawar politik (bargaining position) yang nyata.
Pesan tersebut disampaikan Ade Yuliasih saat mengisi Seminar Pendidikan Politik bertema “Perempuan Cerdas Berpolitik” di Ballroom Hotel Nunia Tamansari, Serang, Minggu (11/10/2026).
“Undang-Undang Pemilu memang mewajibkan kuota 30 persen perempuan. Namun praktiknya, perempuan sering kali hanya dicantumkan untuk sekadar memenuhi syarat pendaftaran pencalonan. Perempuan harus punya prinsip, ideologi, dan nilai tawar agar suara dan aspirasinya benar-benar diperhitungkan,” tegas Ade Yuliasih di hadapan peserta seminar.
Dorong Perda Ketahanan Keluarga
Dalam kesempatan tersebut, Senator asal Banten ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam penyusunan kebijakan publik, salah satunya terkait Peraturan Daerah (Perda) Ketahanan Keluarga.
Menurutnya, tingginya angka permasalahan sosial seperti perceraian dan pernikahan dini di daerah harus diintervensi dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
“Ketahanan keluarga adalah benteng utama pembangunan bangsa. Jika keluarganya kokoh, maka masyarakat dan negaranya pun akan kuat. Di sinilah peran penting perempuan untuk menyuarakan dan mengawal regulasi yang berpihak pada keluarga dan anak,” jelasnya.
Empat Kunci Sukses Perempuan Berpolitik
Untuk memperkuat kepemimpinan dan kemandirian perempuan di panggung politik maupun publik, Ade membagikan empat langkah strategis:
* Tingkatkan Kapasitas: Menguasai wawasan hukum, regulasi, dan pemahaman kebijakan publik.
* Perluas Jejaring: Aktif berorganisasi dan membangun silaturahmi antar-komunitas.
* Asah Public Speaking: Memperkuat kemampuan komunikasi persuasif agar pesan dapat diterima publik dengan baik.
* Advokasi Berbasis Data: Menggunakan fakta dan data lapangan yang valid dalam setiap perjuangan aspirasi.
Seminar edukatif yang diselenggarakan secara gratis ini juga menghadirkan Tokoh Pendiri Banten KH. Embay Mulya Syarief dan Anggota KPU Kabupaten Serang Ichsan Mahfuz sebagai narasumber.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para aktivis perempuan dan perwakilan organisasi kemasyarakatan di Banten. (yogi)







