Sebabkan Banyak Kecelakaan, Warga Walantaka Desak Pemkot Serang Perbaiki Jalan

oleh

FAJARBANTEN.CO.ID – Kondisi jalan rusak parah di wilayah Walantaka, Kota Serang, kembali menjadi sorotan setelah sering terjadi kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang dan hancur di dekat palang rel kereta api.

Warga menilai kerusakan infrastruktur ini sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan signifikan dari pemerintah terkait.

Sejumlah pengendara motor mengaku menjadi korban akibat kondisi jalan yang tidak layak dilalui, terutama saat arus lalu lintas padat. Lubang besar yang tersebar dibeberapa titik memaksa pengendara mengerem mendadak dan kehilangan keseimbangan.

Baca Juga  Gus Lutfi resmi jabat Ketua Umum PP UMKM Nahdliyin TH 2026 - 2031

Salah satu korban, Mega, menceritakan kronologi kecelakaan yang dialaminya.
“Saya jatuh karena mobil di depan saya mengerem mendadak karena jalan berlubang. Untuk menghindari tabrakan saya banting setir ke kiri dan mengerem, sampai akhirnya masuk ke jalan yang hancur lalu terjatuh ke jalan yang hancur,” ungkapnya. Kamis, 5 Maret 2026.

Lanjut Mega, dampak kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah pada kendaraannya.

Baca Juga  Sambil Peringati Hari Sumpah Pemuda, Belasan Siswa NFBS Serang dan SMA Presiden, Tanam Terumbu Karang

“Saya mengalami luka-luka di bagian tangan, kaki, dan wajah. Body motor saya sampai lepas dan banyak lecet. Kalau sudah seperti ini siapa yang tanggung jawab? Pemerintah lalai dalam infrastruktur jalan,” pungkasnya.

Menurut keterangan warga sekitar bahwa kecelakaan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, beberapa pengendara mengalami luka ringan hingga kerusakan kendaraan yang cukup serius. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya pada malam hari ketika lubang jalan sulit terlihat.

Baca Juga  Tokoh Progresif: Budiman Sudjatmiko Didukung Menjadi Capres 2024

Oleh sebab itu, masyarakat mendesak Pemerintah Kota Serang dan instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam sementara. Selain itu, warga juga meminta adanya rambu peringatan atau penanganan darurat sebelum perbaikan menyeluruh dilakukan.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait jadwal perbaikan jalan di wilayah Walantaka. (Bad)