Presiden KAI: Kode Keras Jokowi Ingatkan Rakyat Indonesia Tidak Salah Pilih Pemimpin Pilpres 2024

oleh

Jakarta, 3 Januari 2024,- “Indonesia jadi negara maju atau sebaliknya, tergantung pemimpin nasional 2024, 2029, dan 2034”, tegas Jokowi pada groundbreaking pembangunan Kampus II Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jawa Tengah, Rabu, 3 Januari 2024. Apa yang disampaikan mantan Walikota Solo tersebut adalah kode keras, jelas dan tegas, ingatkan rakyat Indonesia tidak salah pilih Presiden dan Wapres pada Pilpres 2024, kenapa? ucap Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) dr Ali Mahsun ATMO M Biomed, Jakarta, 3/1/2024.

 

Dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FKUB Malang dan FKUI Jakarta ini menuturkan, Indonesia saat ini, bagai makan buah simalakama, dihadapkan pada dua kondisi yang saling menegasikan. Jika tepat pilih Presiden dan Wapres 2024-2029 pada Pilpres 2024, yaitu sosok yang penuhi kebutuhan Indonesia sukses jemput puncak bonus demografi 2030, maka transformasi jadi negara maju, adil, makmur dan adidaya 2045 ada didepan mata. Artinya gerbang negara maju yang sudah kelihatan dapat dibuka dan diisi untuk terwujud (pinjam istilah Jokowi red). Namun sebaliknya, jika salah pilih, bukan negara maju yang ada melainkan langgeng jadi negara berkembang seperti negara-negara amerika latin. Lebih dari itu, bisa terjadi malapetaka bonus demografi. Yaitu penggangguran, kemiskinan dan kelaparan bludak dimana-mana, ujung dan akhirnya bisa memporak porandakan Indonesia. Lantas kode keras Jokowi untuk siapa?

Baca Juga  Pj Bupati Tangerang Serah Terima SPAM Rajeg Zona-C Bantuan NUWSP

 

Lebih lanjut, Ali Mahsun ATMO yang juga Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) menambahkan, bahwa makna gerbang Indonesia jadi negara maju sudah kelihatan yang dimaksud Jokowi tidak lain adalah legacy Jokowi yang merupakan fondasi jemput puncak demografi 2030. Yaitu rekonsiliasi, pembangunan infrastruktur, hilirisasi, pembangunan SDM, restrukturisasi birokrasi, optimalisasi teknologi (digitalisasi) dan inovasi milenial dan gen Z, dan keperpihakan kepada ekonomi rakyat UMKM. Karena perubahan global adalah super cepat, keberlanjutan pembangunan Indonesia tidak boleh kembali dari nol. Artinya legacy Jokowi harus dilanjutkan, dipercepat dan disempurnakan oleh Presiden dan Wapres RI 2024-2029.

Baca Juga  Kunjungi Australia, Menparekraf Bicara Tentang Potensi Wisata Baduy di Mancanegara

 

Ketua Umum APKLI Perjuangan dan Mantan sopir angkutan pedesaan jurusan Les Padangan Mojokerto – Tapen Jombang Jawa Timur ini menegaskan, diantara 3 Paslon Capres Cawapres Pilpres 2024 yang tegak lurus atau sebagai garis merah lanjutkan, percepat, dan sempurnakan Legacy Jokowi adalah Paslon No 2 Prabowo Gibran. Laksana Raja Nusantara, Jokowi hari ini, Rabu 3 Januari 2024 di Purwokerto Jawa Tengah keluarkan Titah: Kode Keras, Jelas dan Tegas Kepada Rakyat dan Bangsa Indonesia untuk memilih Paslon Capres Cawapres yang tepat pada Pilpres 14 Februari 2024.

Baca Juga  Estapet Kepemimpinan ASC, Dewan Pembina : Presiden ASC Harus Miliki Konektivitas Regional, Nasional dan Paham Kultur Budaya Cilegon.

 

“Yang ikhlas untuk rakyat Indonesia itu ya Prabowo, dia akan jadi Presiden saat usia tua, tutur dan prediksi Gus Dur, Presiden RI Ke-4”. Tidak bermaksud mendahului taqdir Tuhan, Prabowo jadi Presiden RI Ke-8 makin kasat mata jadi kenyataan pada Pilpres 2024, pungkas mantan Pembantu Rektor Universitas Darul ‘Ulum Jombang Jatim dan Mantan Ketua Umum Bakornas LKMI PB HMI.***