Pasangan Kurang Mampu di Labuan Tinggal di Gubuk Reyot, Pemkab Diminta Turun Tangan

oleh

Fajarbanten.co.id – Pasangan suami istri (Pasutri) Irad Mursidi (54) dan Masriah (45), warga Kampung Muncang, RT 003 RW 009, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Mereka telah bertahun-tahun tinggal di gubuk reyot tanpa bantuan perbaikan rumah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.

Mursidi mengungkapkan, rumahnya yang sudah lapuk semakin membahayakan saat musim hujan. Air hujan kerap masuk melalui atap yang bocor, sehingga pakaian dan peralatan sekolah anaknya ikut basah.

Baca Juga  Datangi PPP Banten, Bambang Janoko Siap Jadi Wakil di Pilkada Kota Serang

“Kondisi rumah sangat memprihatinkan, apalagi di musim penghujan. Kami hanya bisa sabar sambil melamun di depan rumah,” ujarnya, Kamis 19 Desember 2024.

Selain kebocoran, Mursidi juga mengkhawatirkan rumahnya yang sewaktu-waktu bisa roboh. “Kalau tidur harus pakai selimut dua lapis karena dingin. Setiap hari merasa was-was, takut rumah ambruk,” tambahnya.

Sebagai tukang ojek pangkalan, penghasilan Mursidi tidak menentu. “Kadang dapat Rp50.000 sampai Rp100.000, itu pun kalau penumpang ramai. Istri saya juga bekerja di rumah makan dengan penghasilan Rp30.000 per hari untuk tambahan kebutuhan dapur,” katanya.

Baca Juga  ACE Tawarkan Solusi Hadapi Urusan Rumah untuk Jalani Ramadan Lebih Maksimal

Meski pihak pemerintah desa sudah mengajukan bantuan perbaikan rumah kepada Pemkab Pandeglang, hingga kini belum ada realisasi.

“Harapan saya, pemerintah bisa peduli dengan kondisi rumah kami yang tidak layak huni,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang, Roni, menyatakan akan memeriksa data warga tersebut.

Baca Juga  Pantau Jalan Program Bang Andra, Wabup Iing : Terimakasih Pemprov Banten ‎

“Kami akan koordinasikan untuk memastikan apakah sudah dilakukan survei dan verifikasi. Jika belum, akan kami tindak lanjuti,” katanya.(Asep)