Mobil Kredit Digadaikan, Warga Serang Ini Akhirnya Masuk Jeruji Besi

oleh

SERANG – MK, seorang warga Kota Serang diganjar hukuman penjara 1 tahun lantaran menggadaikan mobil yang masih dalam masa kredit.

Bukan hanya MK, AK dan AN juga berurusan dengan pihak kepolisian dan menjadi tersangka, karena diduga sebagai penadah mobil tersebut.

Branch Manager Astra Credit Companies (ACC) Serang, Anantha Yudha Pratama menceritakan, pada tanggal 18 Januari 2022, MK mengajukan pembiayaan 1 unit Toyota Fortuner kepada perusahaan pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) Serang. Namun, baru berjalan angsuran ke-2, MK sudah mengalami keterlambatan pembayaran. Parahnya lagi, mulai dari angsuran ke-4 MK mangkir melakukan pembayaran angsuran.

Baca Juga  Kepengurusan MUI masa bakti 2024-2029 gelar Mukerda pertama

Kemudian, pihak ACC melakukan pengecekan dan ternyata mobil Fortuner milik MK sudah digadaikan kepada AK.

“AK sendiri cukup dikenal sebagai oknum yang sering melakukan penggelapan mobil-mobil yang masih dalam masa kredit,”ungkapnya, Selasa 25 Juli 2023.

Kata Anantha, pihak ACC kemudian membuat laporan ke Polresta Serang Kota pada tanggal 13 Agustus 2022 dan dilanjutkan dengan gelar perkara penetapan tersangka pada tanggal 13 Januari 2023. Setelah dilakukan pemeriksaan, pada tanggal 25 Januari 2023 MK langsung ditahan oleh pihak kepolisian.

Proses hukum terhadap MK terus berjalan. Pada tanggal 25 Mei 2023 dilaksanakan sidang dengan tuntutan penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Baca Juga  Jelang Putusan MK, Airin Ajak TKD KIM Banten Perkuat Doa dan Kebersamaan

“Akhirnya pada tanggal 21 Juni 2023 Majelis Hakim memutuskan untuk memberi hukuman penjara selama 1 tahun kepada MK,”terangnya.

Menurut Anantha, apa yang dilakukan oleh MK merupakan perbuatan melanggar hukum yaitu pelanggaran sanksi pidana UU Jaminan Fidusia, sesuai dalam Pasal 36 UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Pasal tersebut menyatakan bahwa pemberi fidusia yang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) yang dilakukan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

Baca Juga  Roja Farm, Solusi Hewan Kurban Sehat & Terjangkau

“Debitur ACC berkewajiban untuk membayar angsuran hingga lunas. Jika debitur mangkir membayar angsuran apalagi sampai menggadaikan mobil cicilan tersebut maka debitur sudah melakukan wanprestasi dan melakukan perbuatan melanggar hukum”, tambah Anantha.

Untuk itu, Anantha menghimbau kepada seluruh pelanggan ACC agar memperhatikan dengan baik isi perjanjian pembiayaan.

“Nah, termasuk tanggal jatuh tempo pembayaran sehingga tidak terjadi keterlambatan pembayaran angsuran,”pungkasnya. (Rls)