LKP Sanggar Budaya An-Nahdlah Latih Keterampilan Pengolahan Hasil Perikanan Untuk Masyarakat Putus Sekolah dan Belum Memiliki Pekerjaan

oleh 193 views

Fajarbanten.co.id, Pandeglang – Lembaga Kursus dan Pelatihan atau LKP Sanggar Budaya An-Nahdlah Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang memberikan pendampingan program wirausaha kepada masyarakat yang putus sekolah dan belum memiliki pekerjaan.

Program PKW ini berasal dari Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbudristek.

Pimpinan LKP Sanggar Budaya An-Nahdlah, Santy Anjar Pratiwi mengatakan, pada program PKW ini, lembaganya memberikan pendampingan kepada masyarakat yang putus sekolah dan belum memiliki pekerjaan dalam keterampilan pengolahan hasil perikanan jenis nugget ikan dan baso ikan.

Baca Juga  Kepala Dinkes Provinsi Banten Hadiri Kegiatan di Tangsel, Capaian CKG Nasional

Kegiatan itu bekerjasama dengan UMKM Kedai Berkah, Andiens Collection, Kedai Nadlira, Lembaga Permodalan Bank BRI, dan platform digital seplus marketplace, dan PWI Pandeglang.

“Intinya, kita pendampingan sampai mereka bisa usaha secara mandiri, dan bisa memiliki usaha dan penghasilan. Makanya, kita mengambil narasumbernya dari PWI, memberikan pengetahuan dalam mengelola media sosial tentang pemasaran,” kata Santy, Sabtu 25 Mei 2024.

Baca Juga  Plt Ketua Dekopinda Lebak Resmi Dijabat Samboja Uton Witono

Dalam program PKW, kata Santy, para peserta yang putus sekolah mendapatkan pendidikan karakter kewirausahaan, keterampilan, pemasaran dan akses permodalan, dan pengelolaan hasil usaha.

Seperti tujuannya, PKW adalah layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan menumbuhkan sikap mental wirausaha masyarayat dalam mengelola potensi diri dan lingkungan sebagai bekal berwirausaha.

Baca Juga  PWI Lebak Gelar Senam Sehat dan Bakti Sosial dalam Rangka HPN 2026

“Melalui program PKW dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat di bidang wirausaha, dan memiliki keahlian, kemampuan, serta semangat wirausaha, karena rasio pengusaha mempengaruhi majunya suatu negara,” katanya. (Asep)